• Redaksi
  • Tentang Kami
Tuesday, April 14, 2026
Dari Desa ke Desa
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga
No Result
View All Result
Dari Desa ke Desa
No Result
View All Result
Home Berita Desa

Ketika Bantuan Kesehatan Terhenti, Anak Down Syndrome Meninggal

Melda by Melda
January 17, 2026
Ketika Bantuan Kesehatan Terhenti, Anak Down Syndrome Meninggal

DARI DESA- Peristiwa memilukan terjadi di Kota Bandar Lampung. Seorang anak penyandang Down Syndrome dilaporkan meninggal dunia setelah diduga tidak memperoleh layanan kesehatan secara maksimal. Kasus ini menyita perhatian publik setelah terungkap bahwa Kartu Indonesia Sehat (KIS) milik keluarganya telah dinonaktifkan akibat adanya anggota keluarga yang terafiliasi dengan praktik judi online.

Fakta tersebut membuka diskusi luas soal dampak kebijakan penonaktifan bantuan sosial terhadap kelompok rentan, terutama anak-anak dan penyandang disabilitas.

Terungkap dalam Hearing DPRD

Informasi mengenai kasus tersebut disampaikan oleh Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung, Santi Sundari, dalam forum hearing bersama Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, Selasa, 13 Januari 2026. Hearing tersebut membahas usulan penambahan kuota penerima KIS agar cakupan jaminan kesehatan di Bandar Lampung tidak tertinggal dibandingkan daerah lain di Provinsi Lampung.

BeritaTerkait

Kemenham Lampung Desak Penyelesaian Status SMA Siger Secara Legal

Serangan DDoS hingga Paket Misterius, Media Lampung Diduga Diteror

GEMA PUAN Tegaskan Pentingnya Evaluasi Sistem, Pemilu Ulang 2027 Diusulkan

Dugaan Skandal PT LEB Diuji di Sidang, Saksi Sebut Proses Sudah Sesuai Aturan

Santi menyatakan sependapat dengan Ketua Komisi IV DPRD Kota Bandar Lampung, Asroni Paslah, yang mendorong perluasan akses KIS bagi masyarakat kurang mampu.

Kisah Pilu di Puskesmas Kampung Sawah

Dalam forum tersebut, Santi mengungkap pengalaman yang ia temui saat melakukan pembinaan di salah satu fasilitas layanan kesehatan.

“Soal KIS saya setuju. Jadi ada cerita di Puskesmas Kampung Sawah, kebetulan saya pembinanya. Ada anak Down Syndrome yang meninggal dunia. Layanan kesehatannya tidak bisa tercover karena KIS keluarganya dinonaktifkan pemerintah akibat ada anggota keluarga yang terafiliasi judi online,” ujar Santi di hadapan anggota DPRD.

Pernyataan ini sontak memicu keprihatinan, mengingat anak tersebut termasuk kelompok rentan yang sangat bergantung pada jaminan layanan kesehatan dari negara.

Detail Kasus Masih Minim

Meski demikian, Santi tidak merinci secara detail waktu kejadian maupun jenis layanan kesehatan yang tidak dapat diakses akibat status KIS yang nonaktif. Minimnya informasi ini memunculkan pertanyaan publik mengenai sejauh mana dampak langsung kebijakan penonaktifan KIS terhadap keselamatan pasien, khususnya anak penyandang disabilitas.

Kasus ini juga menyoroti efek domino praktik judi online yang tidak hanya berdampak pada pelaku, tetapi turut menyeret anggota keluarga lain yang sama sekali tidak terlibat.

Judi Online dan Dampaknya pada Kelompok Rentan

Peristiwa tersebut menambah daftar panjang dampak sosial judi online. Selain persoalan ekonomi, praktik ini dinilai berpotensi menyebabkan penelantaran anak secara tidak langsung, termasuk hilangnya akses terhadap hak dasar seperti layanan kesehatan.

Hak atas kesehatan yang semestinya dijamin negara menjadi terancam ketika kebijakan sanksi administratif diterapkan tanpa mekanisme perlindungan tambahan bagi anak dan kelompok rentan.

Menunggu Klarifikasi dan Evaluasi Kebijakan

Hingga berita ini dipublikasikan, redaksi masih berupaya mengonfirmasi lebih lanjut kepada Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung terkait kronologi lengkap kasus tersebut. Klarifikasi juga diperlukan untuk memahami mekanisme evaluasi pemerintah pusat dalam menonaktifkan bantuan kesehatan akibat keterkaitan dengan judi online.

Kasus ini mendorong desakan agar kebijakan bantuan sosial dievaluasi secara lebih komprehensif, dengan memastikan bahwa anak, perempuan, dan penyandang disabilitas tidak menjadi korban dari perilaku menyimpang pihak terdekat.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: anak meninggaldinas kesehatanDown SyndromeDPRD Bandar Lampungjudi onlineKIS Bandar Lampunglayanan kesehatan
ShareTweetSendShare
Previous Post

Aspirasi Warga Didengar, Pembangunan KDMP Trimulyo Tidak Ganggu Sekolah

Next Post

Data Klaim BPJS Belum Terbuka, DPRD Dorong Transparansi Kesehatan

Related Posts

Kemenham Lampung Desak Penyelesaian Status SMA Siger Secara Legal
Berita Desa

Kemenham Lampung Desak Penyelesaian Status SMA Siger Secara Legal

April 14, 2026
Serangan DDoS hingga Paket Misterius, Media Lampung Diduga Diteror
Berita Desa

Serangan DDoS hingga Paket Misterius, Media Lampung Diduga Diteror

April 13, 2026
GEMA PUAN Tegaskan Pentingnya Evaluasi Sistem, Pemilu Ulang 2027 Diusulkan
Berita Desa

GEMA PUAN Tegaskan Pentingnya Evaluasi Sistem, Pemilu Ulang 2027 Diusulkan

April 12, 2026
Next Post
Data Klaim BPJS Belum Terbuka, DPRD Dorong Transparansi Kesehatan

Data Klaim BPJS Belum Terbuka, DPRD Dorong Transparansi Kesehatan

Kasus Honorer Naik Penyidikan, Sekjend Laskar Lampung Minta Sekda Dinonaktifkan

Kasus Honorer Naik Penyidikan, Sekjend Laskar Lampung Minta Sekda Dinonaktifkan

Antara Blusukan dan Kebijakan, Publik Soroti Kepemimpinan Eva Dwiana

Antara Blusukan dan Kebijakan, Publik Soroti Kepemimpinan Eva Dwiana

Dua Jam Latihan, Penampilan Nadini Apriati Lampaui Ekspektasi Juri dan Penonton

Dua Jam Latihan, Penampilan Nadini Apriati Lampaui Ekspektasi Juri dan Penonton

Plt Bupati Lampung Tengah Naik Supra X, Publik Soroti Gaya Hidup Merakyat

Plt Bupati Lampung Tengah Naik Supra X, Publik Soroti Gaya Hidup Merakyat

Dari Desa ke Desa

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Daridesakedesa.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga

© 2024 Daridesakedesa.com - All Right Reserved