• Redaksi
  • Tentang Kami
Sunday, February 15, 2026
Dari Desa ke Desa
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga
No Result
View All Result
Dari Desa ke Desa
No Result
View All Result
Home Berita Desa

Suara Siswa Menggema, SMA SIGER di Sorot di Tengah Rencana Tambahan Dana

Melda by Melda
February 12, 2026
Suara Siswa Menggema, SMA SIGER di Sorot di Tengah Rencana Tambahan Dana

DARI DESA- Sorotan terhadap SMA SIGER kian tajam setelah video pengakuan sejumlah siswa beredar luas di media sosial. Dalam video tersebut, siswa mengeluhkan minimnya fasilitas pembelajaran, mulai dari ketiadaan pelajaran komputer hingga tidak tersedianya seragam dan kegiatan ekstrakurikuler. Di tengah polemik itu, rencana pengalokasian anggaran hingga Rp10 miliar dalam APBD 2027 untuk SMA SIGER justru memicu pertanyaan publik.

Keluhan Siswa Ungkap Kondisi Internal

Isu SMA SIGER di sorot bermula dari pengakuan siswa yang menyampaikan berbagai kekurangan di sekolah tersebut. Mereka menyebut tidak adanya pelajaran komputer, minimnya kegiatan ekstrakurikuler, serta belum tersedianya seragam batik dan olahraga yang difasilitasi sekolah.

Bahkan, sejumlah siswa mengaku harus membeli sendiri seragam putih abu-abu dan buku modul pembelajaran. Kondisi ini memunculkan persepsi bahwa SMA SIGER berjalan tanpa kesiapan sarana dan prasarana yang memadai.

BeritaTerkait

Rute Langsung ke Malaysia Resmi Dibuka, Apindo Siap Kawal Dampak Ekonomi

Tahapan Karantina Muli Mekhanai Ditiadakan, Ini Respons Panji

Dari Palapa untuk Pemkot, Jalan Longsor Uji Komitmen Perbaikan Infrastruktur

Dana Hibah Pemkot Balam untuk Kejati Lampung Jadi Sorotan, Jamwas Bergerak

Situasi tersebut memicu reaksi keras dari berbagai pihak. Panglima LADAM Misrul disebut menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kondisi SMA SIGER yang dinilai belum memenuhi standar ideal sebuah institusi pendidikan.

“Jika ada kepentingan pribadi atau relasi tertentu di balik kebijakan mempertahankan sekolah ini, maka membelanya dengan mengorbankan kualitas pendidikan adalah tindakan berbahaya,” tegas Misrul dalam pernyataannya.

Anggaran Rp10 Miliar Picu Polemik

Di tengah SMA SIGER di sorot karena fasilitas minim, muncul kabar bahwa Pemerintah Kota Bandar Lampung berencana mengalokasikan tambahan anggaran hingga Rp10 miliar dalam APBD 2027.

Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana disebut telah mendengar langsung polemik yang berkembang. Namun rencana suntikan dana miliaran rupiah untuk SMA SIGER justru memicu pertanyaan publik.

Sebagian masyarakat menilai, sebelum anggaran besar digelontorkan, pembenahan mendasar seharusnya menjadi prioritas. Logika publik sederhana: jika pondasi belum kuat, maka penguatan sistem dan perbaikan manajemen perlu didahulukan sebelum ekspansi anggaran.

Pertanyaan Publik dan Transparansi Kebijakan

Isu SMA SIGER di sorot tidak lagi sekadar persoalan fasilitas, tetapi telah berkembang menjadi isu transparansi dan akuntabilitas kebijakan. Kritik dari masyarakat dan keluhan siswa dinilai sudah cukup jelas untuk menjadi bahan evaluasi menyeluruh.

Sejumlah kalangan mempertanyakan urgensi pengucuran dana Rp10 miliar jika persoalan dasar seperti kurikulum, fasilitas, dan sistem pengelolaan belum sepenuhnya dibereskan.

Di sisi lain, pemerintah daerah diharapkan memberikan penjelasan terbuka terkait perencanaan anggaran tersebut, termasuk peruntukan detail dan skema pengawasan agar tidak menimbulkan spekulasi liar di tengah masyarakat.

Moral Pendidikan dan Kepercayaan Publik

Polemik SMA SIGER di sorot juga menyentuh aspek moral dalam tata kelola pendidikan. Ketika siswa menyampaikan keluhan secara terbuka, publik menilai hal itu sebagai alarm yang tidak boleh diabaikan.

Siswa sebagai peserta didik seharusnya berada dalam lingkungan belajar yang layak dan mendukung pengembangan potensi. Jika kondisi belum ideal, maka perbaikan sistemik dan transparansi menjadi kunci utama untuk memulihkan kepercayaan publik.

Hingga kini, perhatian terhadap SMA SIGER di sorot masih terus bergulir. Publik menantikan langkah konkret pemerintah daerah dalam menjawab berbagai pertanyaan yang muncul, sekaligus memastikan bahwa kebijakan yang diambil benar-benar berpihak pada kualitas pendidikan.***

Source: IWANG BAGAS TAMA
Tags: anggaran Rp10 miliar SMA SIGERAPBD 2027Eva Dwianafasilitas SMA SIGERkontroversi sekolahPENDIDIKAN BANDAR LAMPUNGpolemik SMA SigerSMA SIGER di sorot
ShareTweetSendShare
Previous Post

Transparansi Anggaran Jadi Ujian Berat Pemerintahan Eva Dwiana

Next Post

Dana Hibah Pemkot Balam untuk Kejati Lampung Jadi Sorotan, Jamwas Bergerak

Related Posts

Berita Desa

Rute Langsung ke Malaysia Resmi Dibuka, Apindo Siap Kawal Dampak Ekonomi

February 14, 2026
SMA Siger di Ujung Tanduk, Publik Tunggu Langkah Tegas Aparat
Berita Desa

Tahapan Karantina Muli Mekhanai Ditiadakan, Ini Respons Panji

February 13, 2026
Dari Palapa untuk Pemkot, Jalan Longsor Uji Komitmen Perbaikan Infrastruktur
Berita Desa

Dari Palapa untuk Pemkot, Jalan Longsor Uji Komitmen Perbaikan Infrastruktur

February 13, 2026
Next Post
Dana Hibah Pemkot Balam untuk Kejati Lampung Jadi Sorotan, Jamwas Bergerak

Dana Hibah Pemkot Balam untuk Kejati Lampung Jadi Sorotan, Jamwas Bergerak

Dari Palapa untuk Pemkot, Jalan Longsor Uji Komitmen Perbaikan Infrastruktur

Dari Palapa untuk Pemkot, Jalan Longsor Uji Komitmen Perbaikan Infrastruktur

SMA Siger di Ujung Tanduk, Publik Tunggu Langkah Tegas Aparat

Tahapan Karantina Muli Mekhanai Ditiadakan, Ini Respons Panji

Rute Langsung ke Malaysia Resmi Dibuka, Apindo Siap Kawal Dampak Ekonomi

Dari Desa ke Desa

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Daridesakedesa.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga

© 2024 Daridesakedesa.com - All Right Reserved