• Redaksi
  • Tentang Kami
Sunday, February 15, 2026
Dari Desa ke Desa
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga
No Result
View All Result
Dari Desa ke Desa
No Result
View All Result
Home Berita Desa

Transparansi Anggaran Jadi Ujian Berat Pemerintahan Eva Dwiana

Melda by Melda
February 12, 2026
Transparansi Anggaran Jadi Ujian Berat Pemerintahan Eva Dwiana

DARI DESA- Sejumlah dugaan kekacauan keuangan mencuat di lingkungan Pemerintah Kota Bandar Lampung pada awal periode kedua kepemimpinan Wali Kota Eva Dwiana. Informasi internal yang beredar menyebut adanya persoalan tata kelola anggaran, mulai dari dana miliaran rupiah hingga keluhan tunjangan pegawai yang tertahan.

Sorotan Pada Pengelolaan Dana Miliaran Rupiah

Dugaan kekacauan keuangan ini pertama kali mencuat terkait anggaran Rp60 miliar yang dikaitkan dengan Kejati Lampung. Isu tersebut memicu kontroversi dan menjadi perhatian sejumlah organisasi masyarakat yang bahkan membawa persoalan ini ke ranah hukum nasional.

Selain itu, beredar informasi mengenai anggaran belanja tidak terduga sebesar Rp6 miliar yang diduga telah habis digunakan. Anggaran tersebut disebut-sebut dipakai untuk kegiatan terjadwal, bukan untuk kebutuhan darurat seperti penanggulangan bencana.

BeritaTerkait

Rute Langsung ke Malaysia Resmi Dibuka, Apindo Siap Kawal Dampak Ekonomi

Tahapan Karantina Muli Mekhanai Ditiadakan, Ini Respons Panji

Dari Palapa untuk Pemkot, Jalan Longsor Uji Komitmen Perbaikan Infrastruktur

Dana Hibah Pemkot Balam untuk Kejati Lampung Jadi Sorotan, Jamwas Bergerak

“Kalau benar anggaran belanja tidak terduga sudah habis, tentu ini berisiko ketika terjadi situasi darurat,” ujar salah satu sumber internal yang enggan disebutkan namanya.

Aliran Dana ke Yayasan dan Proyek Gedung

Isu dugaan kekacauan keuangan juga menyeret aliran dana Rp350 juta ke rekening Yayasan Siger Prakarsa Bunda. Ketua yayasan, Khaidarmansyah, telah mengonfirmasi adanya aliran dana tersebut. Namun, penggunaan anggaran itu menuai pertanyaan publik karena dikaitkan dengan kegiatan yang dipersoalkan legalitasnya.

Selain itu, muncul informasi terkait anggaran Rp5,9 miliar untuk pembangunan gedung Kejati Lampung yang disebut belum terbayarkan pada 2025 dan masuk kategori utang. Sumber internal menyebut pencairan anggaran tersebut semestinya melalui review Inspektorat dan penetapan BPK.

“Secara prosedur, pembayaran harus melalui mekanisme pengawasan dan penetapan sesuai aturan,” kata seorang pemerhati tata kelola keuangan daerah.

Tunjangan ASN dan Keluhan Guru

Dugaan kekacauan keuangan turut berdampak pada aparatur sipil negara (ASN) dan tenaga kontrak. Informasi yang beredar menyebut tunjangan kinerja (tukin) tertahan karena 25 persen Dana Alokasi Umum (DAU) transfer pemerintah pusat belum dapat dicairkan.

Kondisi ini diduga berkaitan dengan persoalan administratif di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD). Namun hingga kini belum ada penjelasan resmi yang disampaikan kepada publik.

Di sisi lain, sejumlah guru SD juga mengeluhkan adanya permintaan sumbangan antara Rp100 ribu hingga Rp250 ribu per sekolah untuk mengikuti kegiatan tertentu. Keluhan tersebut menambah daftar panjang dugaan persoalan tata kelola.

Transparansi Anggaran Jadi Tuntutan Publik

Berbagai dugaan kekacauan keuangan ini menimbulkan pertanyaan besar terkait transparansi dan akuntabilitas di lingkungan Pemkot Bandar Lampung. Hingga kini, pejabat berwenang belum memberikan keterangan resmi yang komprehensif untuk menjawab isu-isu yang berkembang.

Pengamat kebijakan publik menilai, keterbukaan informasi menjadi kunci meredam spekulasi. “Jika ada dugaan kekacauan keuangan, pemerintah daerah harus proaktif membuka data dan menjelaskan secara detail agar tidak menimbulkan krisis kepercayaan,” ujarnya.

Publik kini menanti klarifikasi resmi dari Pemerintah Kota Bandar Lampung guna memastikan apakah dugaan kekacauan keuangan tersebut memiliki dasar kuat atau sekadar isu yang belum terverifikasi.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: anggaran Rp60 miliarbelanja tidak terdugaDAU Bandar Lampungdugaan kekacauan keuanganEva DwianaPemkot Bandar LampungTransparansi Anggarantunjangan ASN
ShareTweetSendShare
Previous Post

Hak Pendidikan Dipertaruhkan, Mahasiswa Desak Pemkot Selesaikan Kasus SMA Siger

Next Post

Suara Siswa Menggema, SMA SIGER di Sorot di Tengah Rencana Tambahan Dana

Related Posts

Berita Desa

Rute Langsung ke Malaysia Resmi Dibuka, Apindo Siap Kawal Dampak Ekonomi

February 14, 2026
SMA Siger di Ujung Tanduk, Publik Tunggu Langkah Tegas Aparat
Berita Desa

Tahapan Karantina Muli Mekhanai Ditiadakan, Ini Respons Panji

February 13, 2026
Dari Palapa untuk Pemkot, Jalan Longsor Uji Komitmen Perbaikan Infrastruktur
Berita Desa

Dari Palapa untuk Pemkot, Jalan Longsor Uji Komitmen Perbaikan Infrastruktur

February 13, 2026
Next Post
Suara Siswa Menggema, SMA SIGER di Sorot di Tengah Rencana Tambahan Dana

Suara Siswa Menggema, SMA SIGER di Sorot di Tengah Rencana Tambahan Dana

Dana Hibah Pemkot Balam untuk Kejati Lampung Jadi Sorotan, Jamwas Bergerak

Dana Hibah Pemkot Balam untuk Kejati Lampung Jadi Sorotan, Jamwas Bergerak

Dari Palapa untuk Pemkot, Jalan Longsor Uji Komitmen Perbaikan Infrastruktur

Dari Palapa untuk Pemkot, Jalan Longsor Uji Komitmen Perbaikan Infrastruktur

SMA Siger di Ujung Tanduk, Publik Tunggu Langkah Tegas Aparat

Tahapan Karantina Muli Mekhanai Ditiadakan, Ini Respons Panji

Rute Langsung ke Malaysia Resmi Dibuka, Apindo Siap Kawal Dampak Ekonomi

Dari Desa ke Desa

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Daridesakedesa.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga

© 2024 Daridesakedesa.com - All Right Reserved