• Redaksi
  • Tentang Kami
Monday, February 9, 2026
Dari Desa ke Desa
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga
No Result
View All Result
Dari Desa ke Desa
No Result
View All Result
Home Pendidikan & Literasi

Sekolah Siger dan Dana Kejati Rp60 Miliar: Kontroversi Tata Kelola APBD Bandar Lampung yang Mengundang Kritik

Melda by Melda
October 16, 2025
Sekolah Siger dan Dana Kejati Rp60 Miliar: Kontroversi Tata Kelola APBD Bandar Lampung yang Mengundang Kritik

DARI DESA— Kebijakan terbaru Pemerintah Kota Bandar Lampung kembali menjadi sorotan publik. Dua isu yang mencuat tajam adalah pembentukan “Sekolah Siger” yang legalitas dan kelayakannya dipertanyakan, serta rencana pengalokasian dana hibah sebesar Rp60 miliar dari APBD untuk pembangunan gedung Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung. Kedua hal ini memicu perdebatan mengenai transparansi, urgensi, dan keberpihakan anggaran daerah pada kepentingan masyarakat luas.

Menurut praktisi hukum Hendri Adriansyah SH, MH, penggunaan APBD untuk proyek pembangunan gedung Kejati dinilai tidak tepat. “Kejati adalah lembaga vertikal yang berada di bawah pemerintah pusat. Seharusnya pembiayaan gedungnya berasal dari APBN, bukan APBD. Dana sebesar Rp60 miliar lebih bermanfaat jika diarahkan untuk sektor prioritas yang langsung menyentuh masyarakat,” ujar Hendri. Ia menambahkan, alokasi yang lebih tepat adalah perbaikan sistem drainase, peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan, serta program pengentasan kemiskinan yang masih menjadi persoalan utama di Bandar Lampung.

Sementara itu, wacana pembentukan Sekolah Siger juga menimbulkan banyak pertanyaan. Mulai dari status hukum, akreditasi, kurikulum, hingga mekanisme tata kelola, semua dinilai belum disosialisasikan secara transparan. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran sekolah tersebut hanya menjadi proyek simbolis tanpa dampak pendidikan yang nyata dan berkelanjutan.

BeritaTerkait

Ketika Regulasi Kalah oleh Kedekatan

Dua Jam Latihan, Penampilan Nadini Apriati Lampaui Ekspektasi Juri dan Penonton

Smartboard Baru Dinikmati 929 Sekolah, Kesenjangan Digital Pendidikan Lampung Terbuka

Pembayaran Honor Guru SMA Swasta Siger Tuai Polemik di DPRD

Kritik terhadap kebijakan Pemkot Bandar Lampung ini semakin tajam ketika kondisi infrastruktur dasar kota masih memprihatinkan. Setiap musim hujan, banjir menjadi masalah rutin akibat buruknya sistem drainase dan minimnya pengelolaan sampah. Genangan air tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga menimbulkan kerugian ekonomi.

Fenomena ini memunculkan dugaan bahwa arah kebijakan Pemkot lebih menekankan pencitraan dan proyek populis ketimbang menyelesaikan persoalan struktural. Sejumlah pengamat menilai kebijakan yang diambil cenderung manipulatif dan kurang mengedepankan prinsip akuntabilitas publik.

Hendri menegaskan, partisipasi publik sangat penting dalam setiap tahap perencanaan dan pengelolaan anggaran daerah. “Setiap rupiah dari uang rakyat harus digunakan secara bertanggung jawab, transparan, dan berorientasi pada manfaat nyata bagi masyarakat. Tanpa partisipasi masyarakat, risiko salah sasaran dan penyalahgunaan anggaran akan tetap tinggi,” tegasnya.

Kritik terhadap proyek Sekolah Siger dan hibah Rp60 miliar untuk Kejati ini menjadi cermin bagi Pemkot Bandar Lampung untuk mengevaluasi prioritas anggaran. Apakah APBD benar-benar digunakan untuk kesejahteraan masyarakat atau lebih condong pada proyek simbolik yang tidak menyelesaikan masalah riil kota?***

Source: ALFARIEZIE
Tags: APBD Bandar LampungBanjir Bandar LampungDana Kejati Rp60 MiliarInfrastruktur Bandar LampungKritik Kebijakan PemkotPartisipasi PublikPendidikan dan KesehatanSekolah Siger Bandar LampungTata Kelola Keuangan DaerahTransparansi Anggaran
ShareTweetSendShare
Previous Post

Heboh! PD GEMIRA Lampung Siap Dilantik, Siap Dongkrak Kekuatan Partai Gerindra

Next Post

Flashback Skandal Sekolah Siger: Kepemimpinan RMD Kembali Jadi Sorotan Tajam!

Related Posts

Ketika Regulasi Kalah oleh Kedekatan
Pendidikan & Literasi

Ketika Regulasi Kalah oleh Kedekatan

January 26, 2026
Dua Jam Latihan, Penampilan Nadini Apriati Lampaui Ekspektasi Juri dan Penonton
Pendidikan & Literasi

Dua Jam Latihan, Penampilan Nadini Apriati Lampaui Ekspektasi Juri dan Penonton

January 20, 2026
Smartboard Baru Dinikmati 929 Sekolah, Kesenjangan Digital Pendidikan Lampung Terbuka
Pendidikan & Literasi

Smartboard Baru Dinikmati 929 Sekolah, Kesenjangan Digital Pendidikan Lampung Terbuka

January 15, 2026
Next Post
Flashback Skandal Sekolah Siger: Kepemimpinan RMD Kembali Jadi Sorotan Tajam!

Flashback Skandal Sekolah Siger: Kepemimpinan RMD Kembali Jadi Sorotan Tajam!

SMA Swasta Siger Tanpa Izin! Apakah Presiden Prabowo Harus Turun Tangan?

SMA Swasta Siger Tanpa Izin! Apakah Presiden Prabowo Harus Turun Tangan?

Kasus PI 10% PT LEB: Satu Tahun Penyidikan, Tiga Tersangka, Tapi di Mana Kerugian Negaranya?

Kasus PI 10% PT LEB: Satu Tahun Penyidikan, Tiga Tersangka, Tapi di Mana Kerugian Negaranya?

Kadis DPMPTSP Bandar Lampung “Tampar Halus” Wali Kota Eva Dwiana Soal Izin Usaha dan Sekolah Siger

Kadis DPMPTSP Bandar Lampung “Tampar Halus” Wali Kota Eva Dwiana Soal Izin Usaha dan Sekolah Siger

Administrasi Kesedihan: Puisi Muhammad Alfariezie Menjadi Cermin Luka Sosial dan Satire Realisme di Bandar Lampung

Administrasi Kesedihan: Puisi Muhammad Alfariezie Menjadi Cermin Luka Sosial dan Satire Realisme di Bandar Lampung

Dari Desa ke Desa

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Daridesakedesa.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga

© 2024 Daridesakedesa.com - All Right Reserved