• Redaksi
  • Tentang Kami
Wednesday, May 13, 2026
Dari Desa ke Desa
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga
No Result
View All Result
Dari Desa ke Desa
No Result
View All Result
Home Pendidikan & Literasi

Flashback Skandal Sekolah Siger: Kepemimpinan RMD Kembali Jadi Sorotan Tajam!

Melda by Melda
October 17, 2025
Flashback Skandal Sekolah Siger: Kepemimpinan RMD Kembali Jadi Sorotan Tajam!

DARI DESA – Skandal Sekolah Siger kembali mencuat dan menyeret sejumlah nama besar ke dalam pusaran kontroversi dunia pendidikan di Provinsi Lampung. Kasus sekolah swasta yang diduga ilegal dan beroperasi tanpa izin resmi ini menjadi perhatian publik setelah beberapa laporan masuk ke aparat penegak hukum serta unit perlindungan anak. Namun hingga kini, kasus tersebut masih belum menemukan titik terang.

Dalam perdebatan panjang seputar keberadaan Sekolah Siger yang disebut-sebut didirikan di bawah kebijakan Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, nama Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal (RMD) ikut terseret dalam sorotan tajam publik. Banyak pihak menilai sikap diam RMD memperlihatkan lemahnya ketegasan seorang kepala daerah dalam menjaga marwah pendidikan di provinsi yang ia pimpin.

Beberapa tokoh masyarakat bahkan secara terbuka melayangkan kritik pedas terhadap RMD. Mereka menilai gubernur yang belum genap satu tahun menjabat itu gagal menunjukkan empati terhadap dunia pendidikan swasta yang semakin terpinggirkan.

BeritaTerkait

DPRD Tegas, Pendidikan Tak Boleh Jalan Tanpa Kepastian Hukum

Kepala Dinas Terlantar, Ruang dan Anggaran Pendidikan Jadi Sorotan

Ormas dan Akademisi Lampung Kritik Tata Kelola Anggaran Pemkot Bandar Lampung

Izin Ditolak, Kini SMA Siger Diperiksa Terkait Dugaan Pelanggaran HAM

Salah satu kepala sekolah swasta di Bandar Lampung mengaku menyesal karena pernah mendukung dan mengkampanyekan RMD pada Pemilu 2024 lalu. Ia menilai kebijakan RMD tidak berpihak kepada sekolah swasta yang selama ini berjuang mandiri di tengah minimnya bantuan pemerintah. “Saya pribadi menyesal. Kami berharap gubernur bisa menjadi pelindung sekolah swasta, bukan malah membiarkan sekolah ilegal seperti Siger beroperasi,” ujarnya dengan nada kecewa.

Kritik serupa datang dari organisasi masyarakat Ladam yang menuding RMD melakukan pembiaran terhadap pelanggaran hukum yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Bandar Lampung. Mereka menilai langkah mendukung keberadaan sekolah tanpa izin tersebut adalah bentuk kebijakan “tangan besi” yang menghilangkan rasa empati dan simpati terhadap dunia pendidikan.

“Ini sudah keterlaluan. Gubernur seharusnya paham hukum. Mengapa malah mendukung sekolah yang jelas-jelas tidak sesuai aturan? Jangan sampai kepemimpinan seperti ini justru mematikan keberadaan SMA dan SMK swasta,” tegas Pangdam Misrul dalam keterangannya, Rabu (13/8/2025).

Praktisi pendidikan M. Arief Mulyadin juga ikut bersuara lantang. Ia mempertanyakan ketegasan RMD dalam menjalankan sumpah jabatan sebagai Gubernur Lampung. Arief menduga bahwa diamnya RMD bukan semata karena kehati-hatian, melainkan ada potensi “kerjasama politik” dengan Wali Kota Eva Dwiana yang bisa menguntungkan keduanya.

“Indikasinya kuat. RMD membiarkan Eva Dwiana melanggar aturan pendidikan, bahkan tidak membatasi penerimaan murid di sekolah negeri. Padahal, kebijakan ini jelas memukul sekolah swasta. Kalau Gerindra mengusung keduanya, harusnya komunikasi politik mudah dilakukan. Tapi faktanya, RMD seolah menutup mata,” ujar Arief.

Ia menambahkan, jika pemerintah provinsi masih terus mendukung keberadaan Sekolah Siger, hal itu menandakan lemahnya integritas dan rendahnya kepedulian terhadap pendidikan rakyat kecil. “Kalau gubernur masih diam, maka wajar publik menduga ada kepentingan di balik semua ini,” imbuhnya.

Sorotan terhadap RMD dianggap wajar karena pendidikan tingkat menengah berada di bawah kendali Pemerintah Provinsi Lampung. Publik kini menunggu langkah konkret Gubernur RMD dalam menegakkan aturan dan membenahi tata kelola pendidikan. Jika tidak ada tindakan tegas, skandal Sekolah Siger bukan hanya menjadi aib moral, tetapi juga simbol kegagalan kepemimpinan di bidang pendidikan di bawah era Rahmat Mirzani Djausal.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: Dunia PendidikanEva DwianaGubernur LampungKasus Sekolah SwastaKontroversi Sekolah IlegalRahmat Mirzani DjausalSekolah SigerSkandal Pendidikan Lampung
ShareTweetSendShare
Previous Post

Sekolah Siger dan Dana Kejati Rp60 Miliar: Kontroversi Tata Kelola APBD Bandar Lampung yang Mengundang Kritik

Next Post

SMA Swasta Siger Tanpa Izin! Apakah Presiden Prabowo Harus Turun Tangan?

Related Posts

DPRD Tegas, Pendidikan Tak Boleh Jalan Tanpa Kepastian Hukum
Pendidikan & Literasi

DPRD Tegas, Pendidikan Tak Boleh Jalan Tanpa Kepastian Hukum

April 8, 2026
Kepala Dinas Terlantar, Ruang dan Anggaran Pendidikan Jadi Sorotan
Pendidikan & Literasi

Kepala Dinas Terlantar, Ruang dan Anggaran Pendidikan Jadi Sorotan

April 8, 2026
Ormas dan Akademisi Lampung Kritik Tata Kelola Anggaran Pemkot Bandar Lampung
Pendidikan & Literasi

Ormas dan Akademisi Lampung Kritik Tata Kelola Anggaran Pemkot Bandar Lampung

April 8, 2026
Next Post
SMA Swasta Siger Tanpa Izin! Apakah Presiden Prabowo Harus Turun Tangan?

SMA Swasta Siger Tanpa Izin! Apakah Presiden Prabowo Harus Turun Tangan?

Kasus PI 10% PT LEB: Satu Tahun Penyidikan, Tiga Tersangka, Tapi di Mana Kerugian Negaranya?

Kasus PI 10% PT LEB: Satu Tahun Penyidikan, Tiga Tersangka, Tapi di Mana Kerugian Negaranya?

Kadis DPMPTSP Bandar Lampung “Tampar Halus” Wali Kota Eva Dwiana Soal Izin Usaha dan Sekolah Siger

Kadis DPMPTSP Bandar Lampung “Tampar Halus” Wali Kota Eva Dwiana Soal Izin Usaha dan Sekolah Siger

Administrasi Kesedihan: Puisi Muhammad Alfariezie Menjadi Cermin Luka Sosial dan Satire Realisme di Bandar Lampung

Administrasi Kesedihan: Puisi Muhammad Alfariezie Menjadi Cermin Luka Sosial dan Satire Realisme di Bandar Lampung

Skandal SMA Siger Bandar Lampung: “The Killer Policy” Menguak Kekacauan Regulasi dan Etika Pemerintahan

Skandal SMA Siger Bandar Lampung: “The Killer Policy” Menguak Kekacauan Regulasi dan Etika Pemerintahan

Dari Desa ke Desa

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Daridesakedesa.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga

© 2024 Daridesakedesa.com - All Right Reserved