• Redaksi
  • Tentang Kami
Friday, February 6, 2026
Dari Desa ke Desa
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga
No Result
View All Result
Dari Desa ke Desa
No Result
View All Result
Home Pendidikan & Literasi

Awal Hangat dari Secangkir Kopi: Disdikbud Lampung dan Penggiat Publik Satu Suara Selamatkan Masa Depan Anak di SMA Siger

Melda by Melda
November 6, 2025
Awal Hangat dari Secangkir Kopi: Disdikbud Lampung dan Penggiat Publik Satu Suara Selamatkan Masa Depan Anak di SMA Siger

DARI DESA- Pertemuan yang diawali dari secangkir kopi sederhana justru menjadi titik balik penting bagi masa depan peserta didik SMA Siger Bandar Lampung. Abdullah Sani, seorang penggiat kebijakan publik yang dikenal vokal dalam memperjuangkan hak-hak anak, menyampaikan apresiasinya kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Lampung yang menunjukkan respons cepat dan empati dalam menyikapi dugaan pelanggaran yang terjadi di sekolah swasta tersebut.

Sani bertemu langsung dengan Danny Waluyo Jati yang mewakili Kabid SMA Disdikbud Lampung, Diona Katharina. Pertemuan ini, menurut Sani, tidak hanya berlangsung baik namun juga penuh sinyal positif. Secangkir kopi yang disuguhkan menjadi lambang niat baik: bahwa perjuangan menyelamatkan masa depan pendidikan anak bukan hanya wacana, melainkan komitmen bersama.

“Alhamdulilah tadi saya dijamu sama perwakilan Kabid, dia Danny Waluyo Jati. Pertemuan yang bagus dan berjalan baik, malah saya dibuatin kopi yang menandakan awal yang bagus untuk menyelamatkan kepentingan anak di Bandar Lampung,” ujar Sani, Kamis, 6 November 2025 melalui pesan singkat setelah pertemuan.

BeritaTerkait

Ketika Regulasi Kalah oleh Kedekatan

Dua Jam Latihan, Penampilan Nadini Apriati Lampaui Ekspektasi Juri dan Penonton

Smartboard Baru Dinikmati 929 Sekolah, Kesenjangan Digital Pendidikan Lampung Terbuka

Pembayaran Honor Guru SMA Swasta Siger Tuai Polemik di DPRD

Sani menerangkan bahwa Disdikbud Lampung menunjukkan pemahaman yang sama terkait urgensi masalah di SMA Siger. Ia menilai pihak dinas memiliki pandangan yang sejalan, yakni bahwa hak anak atas pendidikan yang aman, terverifikasi, dan sesuai regulasi
adalah hal yang tidak bisa ditawar. Semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, memiliki kewajiban moral untuk mencegah terjadinya penyimpangan yang dapat merugikan masa depan generasi muda.

“Waluyo Jati memahami pentingnya pertemuan ini, karena peserta didik SMA Siger itu masih berstatus anak-anak. Setiap warga negara, baik pemerintah maupun masyarakat, harus punya kepentingan yang sama dalam menyelamatkan masa depan mereka. Saya menilai pihak Disdikbud punya semangat yang sama,” tambah Sani.

Sebagai sosok yang selama ini getol menyuarakan dugaan penyimpangan yang menimpa peserta didik SMA Siger, Sani melihat bahwa langkah Disdikbud Lampung ini memberikan angin segar. Ada harapan bahwa pendidikan di Lampung dapat kembali berjalan sesuai standar, bersih dari potensi penyalahgunaan kewenangan, dan konsisten menjunjung integritas lembaga pendidikan.

Lebih jauh, Sani mengungkapkan bahwa Disdikbud akan segera menjadwalkan pertemuan lanjutan dengan Kepala Dinas serta pejabat berwenang lainnya untuk membahas secara mendalam penyelesaian persoalan di SMA Siger. Pertemuan lanjutan ini diharapkan menjadi tahap konkret menuju penyelamatan hak pendidikan para siswa.

“Pertemuan yang bagus dan ke depan pun akan dan harus bagus, saya menilainya begitu. Alhamdulilah nanti akan dijadwalkan untuk lebih lanjut membahas persoalan sekolah Siger dengan pejabat yang berwenang seperti Kepala Dinas,” ujar Sani dengan penuh harapan.

Kini bola perubahan berada di tangan Disdikbud Lampung. Harapan masyarakat jelas: pendidikan bukan sekadar fasilitas belajar, melainkan jalan masa depan. Dan masa depan itulah yang kini sedang diperjuangkan—dimulai dari satu secangkir kopi, komitmen yang sama, dan tujuan mulia: menyelamatkan kepentingan anak.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: Abdullah SaniDisdikbud LampungHak AnakKebijakan PublikPemerintah DaerahPendidikan Berintegritaspendidikan LampungPerlindungan AnakSMA SIGER
ShareTweetSendShare
Previous Post

Soeharto dan Gelar Pahlawan Nasional: Saatnya Bangsa Jujur, Berdamai, dan Menilai dengan Keadilan

Next Post

Muhammad Alfariezie dan Puisi “Hujan di Pucuk Bunga Jurang”: Suara Sunyi dari Pinggir Jurang yang Menggetarkan

Related Posts

Ketika Regulasi Kalah oleh Kedekatan
Pendidikan & Literasi

Ketika Regulasi Kalah oleh Kedekatan

January 26, 2026
Dua Jam Latihan, Penampilan Nadini Apriati Lampaui Ekspektasi Juri dan Penonton
Pendidikan & Literasi

Dua Jam Latihan, Penampilan Nadini Apriati Lampaui Ekspektasi Juri dan Penonton

January 20, 2026
Smartboard Baru Dinikmati 929 Sekolah, Kesenjangan Digital Pendidikan Lampung Terbuka
Pendidikan & Literasi

Smartboard Baru Dinikmati 929 Sekolah, Kesenjangan Digital Pendidikan Lampung Terbuka

January 15, 2026
Next Post
Muhammad Alfariezie dan Puisi “Hujan di Pucuk Bunga Jurang”: Suara Sunyi dari Pinggir Jurang yang Menggetarkan

Muhammad Alfariezie dan Puisi "Hujan di Pucuk Bunga Jurang": Suara Sunyi dari Pinggir Jurang yang Menggetarkan

Awal Hangat dari Secangkir Kopi: Disdikbud Lampung dan Penggiat Publik Satu Suara Selamatkan Masa Depan Anak di SMA Siger

Bandar Lampung Geger Kasus SMA Siger Ilegal, Unit Tipidter Polda Tunggu Sprindik

Warga Lampung Kesulitan Urus Ijazah: Thomas Americo Tegaskan Perlu Ke Disdikbud Provinsi, Efisiensi Pelayanan Dipertanyakan

Warga Lampung Kesulitan Urus Ijazah: Thomas Americo Tegaskan Perlu Ke Disdikbud Provinsi, Efisiensi Pelayanan Dipertanyakan

Pemerintah Desa Kedaton Gelar MusrenbangDes 2026, Fokus pada Infrastruktur, Pertanian, dan Ekonomi Kreatif Warga

Pemerintah Desa Kedaton Gelar MusrenbangDes 2026, Fokus pada Infrastruktur, Pertanian, dan Ekonomi Kreatif Warga

Buntut Dinasti Kebijakan: Eva Dwiana dan Eka Afriana Bertubi-Tubi Dilaporkan ke Polda, Kemendagri, hingga Kejagung

Buntut Dinasti Kebijakan: Eva Dwiana dan Eka Afriana Bertubi-Tubi Dilaporkan ke Polda, Kemendagri, hingga Kejagung

Dari Desa ke Desa

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Daridesakedesa.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga

© 2024 Daridesakedesa.com - All Right Reserved