• Redaksi
  • Tentang Kami
Monday, February 9, 2026
Dari Desa ke Desa
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga
No Result
View All Result
Dari Desa ke Desa
No Result
View All Result
Home Berita Desa

Pangdam: Deddy Amrullah Bukan Sekadar Religius, Tapi Tegas dan Terbuka

Melda by Melda
January 26, 2026
Pangdam: Deddy Amrullah Bukan Sekadar Religius, Tapi Tegas dan Terbuka

DARI DESA- Mandeknya klarifikasi pejabat tinggi Pemerintah Kota Bandar Lampung terkait pengelolaan anggaran layanan kesehatan publik kembali memicu sorotan tajam. Minimnya keterbukaan informasi tersebut dinilai mencerminkan lemahnya komitmen transparansi di level kepemimpinan tertinggi pemerintahan kota.

Sorotan Transparansi Anggaran Kesehatan

Panglima Ormas Ladam (Pangdam) Misrul menilai, sikap diam jajaran Pemkot Bandar Lampung atas persoalan anggaran di Puskesmas BLUD Satelit dan Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat.

Menurutnya, kondisi ini bukan sekadar persoalan teknis birokrasi, melainkan menyangkut keberanian pemimpin dalam membuka informasi anggaran publik.

BeritaTerkait

Rp5,9 Miliar untuk Kejati Lampung Diduga Dibayarkan Tanpa Review Inspektorat dan BPK

Dana Tidak Terduga Kota Bandar Lampung Kosong, ASN dan Warga Khawatir Kesiapan Bencana

Dampak Kebijakan Wali Kota, DAU Bandar Lampung Diduga Tak Cair Maksimal

Masjid Raya Al Jabbar Jadi Tujuan, Wisata Rohani Pensiunan ASN Pemkot Dipertanyakan

“Ketika klarifikasi tidak berjalan, publik wajar bertanya: ini karena perintah pimpinan atau karena pejabatnya alergi transparansi?” ujar Misrul, Minggu (25/1/2026).

Flashback Debat Pilkada 2024

Misrul mengajak warga Bandar Lampung mengingat kembali debat Pilkada 2024. Ia menilai, dalam forum tersebut Wali Kota Eva Dwiana tidak menunjukkan sikap tegas dalam menjawab isu transparansi dan pemberantasan korupsi.

Dalam debat itu, kata Misrul, Eva lebih menekankan program pelatihan tertib administrasi, sosialisasi bahaya korupsi, serta peningkatan kesejahteraan ASN.

“Pertanyaannya, apakah sosialisasi dan pelatihan saja cukup menjawab perilaku anti korupsi? Faktanya, kasus tipikor tetap marak,” katanya.

Kritik Tata Kelola Pemerintahan

Menurut Pangdam, praktik birokrasi di periode kedua kepemimpinan Eva Dwiana justru menunjukkan gejala lemahnya tata kelola. Ia menyoroti banyaknya jabatan pelaksana harian (Plh) di organisasi perangkat daerah hingga satuan pendidikan.

“Plh sampai ke sekolah. Untung RT enggak,” ucapnya berseloroh.

Ia menilai, kondisi tersebut menunjukkan tidak optimalnya penempatan pejabat berbasis profesionalisme dan kepastian hukum.

Deddy Amrullah Dinilai Lebih Tegas

Dalam konteks itu, Misrul menyebut Wakil Wali Kota Bandar Lampung, Deddy Amrullah, sebagai sosok yang lebih tepat memimpin kota ke depan. Penilaian itu, kata dia, bukan semata karena citra religius, melainkan keberanian dan ketegasan Deddy dalam menyampaikan visi antikorupsi.

“Coba lihat lagi tayangan debatnya. Di situ terlihat siapa yang paling mendekati komitmen antikorupsi,” ujarnya.

Meski selama ini Deddy Amrullah jarang tampil ke publik dan lebih sering muncul sebagai pengganti wali kota saat berhalangan, Misrul menilai hal itu tidak menghapus kapasitasnya sebagai pemimpin.

Janji Good Governance

Misrul mengutip pernyataan Deddy Amrullah saat debat Pilkada yang menekankan pentingnya tata kelola pemerintahan yang baik, profesional, dan akuntabel.

“Kita bertekad menghilangkan korupsi di Kota Bandar Lampung. Kita jalankan good government, dengan penempatan pegawai yang profesional, kepastian hukum, keterbukaan, dan akuntabilitas,” ujar Deddy dalam debat tersebut.

Menurut Pangdam, komitmen itu relevan dengan kebutuhan Bandar Lampung saat ini, terutama untuk memastikan tata kelola pemerintahan yang bersih dan berorientasi pada kepentingan publik.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: Bandar LampungDeddy AmrullahEva DwianaGood GovernanceTransparansi Anggaran
ShareTweetSendShare
Previous Post

BKPSDM Disorot, Penempatan ASN di SMA Swasta Siger Dipertanyakan

Next Post

Ketika Regulasi Kalah oleh Kedekatan

Related Posts

Rp5,9 Miliar untuk Kejati Lampung Diduga Dibayarkan Tanpa Review Inspektorat dan BPK
Berita Desa

Rp5,9 Miliar untuk Kejati Lampung Diduga Dibayarkan Tanpa Review Inspektorat dan BPK

February 7, 2026
Dana Tidak Terduga Kota Bandar Lampung Kosong, ASN dan Warga Khawatir Kesiapan Bencana
Berita Desa

Dana Tidak Terduga Kota Bandar Lampung Kosong, ASN dan Warga Khawatir Kesiapan Bencana

February 7, 2026
Dampak Kebijakan Wali Kota, DAU Bandar Lampung Diduga Tak Cair Maksimal
Berita Desa

Dampak Kebijakan Wali Kota, DAU Bandar Lampung Diduga Tak Cair Maksimal

February 7, 2026
Next Post
Ketika Regulasi Kalah oleh Kedekatan

Ketika Regulasi Kalah oleh Kedekatan

Hak Siswa Jadi Prioritas, DPRD Awasi Ketat Sekolah Siger

Hak Siswa Jadi Prioritas, DPRD Awasi Ketat Sekolah Siger

Liputan Panjang dan Rasa Bersalah: Permintaan Maaf untuk Guru SMA Siger

Liputan Panjang dan Rasa Bersalah: Permintaan Maaf untuk Guru SMA Siger

Dana APBD dan Legalitas SMA Siger, Pangdam Ladam Bunyi Alarm Bahaya

Dana APBD dan Legalitas SMA Siger, Pangdam Ladam Bunyi Alarm Bahaya

Ombudsman Angkat Bicara, Anggaran SMA Siger Berpotensi Maladministrasi

Ombudsman Angkat Bicara, Anggaran SMA Siger Berpotensi Maladministrasi

Dari Desa ke Desa

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Daridesakedesa.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga

© 2024 Daridesakedesa.com - All Right Reserved