• Redaksi
  • Tentang Kami
Saturday, February 7, 2026
Dari Desa ke Desa
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga
No Result
View All Result
Dari Desa ke Desa
No Result
View All Result
Home Berita Desa

Air Mata Tak Menjawab Status Hukum: SMA Siger Disorot Nasional

Melda by Melda
February 2, 2026
Air Mata Tak Menjawab Status Hukum: SMA Siger Disorot Nasional

DARI DESA- Polemik SMA Siger di Bandar Lampung kian menjauh dari isu pendidikan dan berubah menjadi krisis kepercayaan publik. Tangisan Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana, yang semula diklaim sebagai bentuk empati, justru memantik kecurigaan luas. Di tengah sorotan soal legalitas sekolah, anggaran publik disebut tetap mengalir tanpa kejelasan dasar hukum.

Publik mempertanyakan satu hal mendasar: bagaimana mungkin sebuah lembaga pendidikan yang status hukumnya dipersoalkan justru terus didorong mendapatkan sokongan dana negara.

Air mata di Tengah Pertanyaan Legalitas

Alih-alih menyampaikan penjelasan administratif dan hukum, Wali Kota Eva Dwiana tampil dengan narasi kepedulian terhadap masyarakat miskin. Namun pendekatan emosional itu dinilai gagal menjawab keresahan utama warga.

BeritaTerkait

Masjid Raya Al Jabbar Jadi Tujuan, Wisata Rohani Pensiunan ASN Pemkot Dipertanyakan

Dari Alegori ke Realitas: SMA Siger dan Bahaya Kebijakan yang Terburu-buru

Satu Sekolah, Miliaran Rupiah: Arah Kebijakan Pendidikan Bandar Lampung Dikritik

Pengurusan Aset Yayasan oleh Pejabat Pemkot, LSM Minta Aparat Turun Tangan

Di ruang digital, pertanyaan bergulir deras: apakah SMA Siger sah secara hukum, apakah ijazahnya diakui negara, dan siapa yang diuntungkan dari keberlangsungan sekolah tersebut. Media sosial pun menjelma ruang sidang publik, tempat kebijakan diuji dengan logika warga.

Narasi Kepedulian Versus Dugaan Mesin Anggaran

Sejumlah kalangan menilai masyarakat kurang mampu kerap dijadikan tameng moral untuk membenarkan kebijakan yang minim transparansi. Tuduhan lebih keras menyebut SMA Siger tak lagi dipandang sebagai solusi pendidikan, melainkan instrumen anggaran yang terus meminta suntikan dana.

Panglima Laskar Muda Lampung, Misrul, menyuarakan kritik tajam terhadap klaim pendidikan gratis.

“Yang tidak mampu itu bukan rakyat, tapi yayasannya. Kerjanya minta anggaran terus. Ironisnya, siswa masih disuruh bayar buku modul,” kata Misrul.

Menurutnya, jika siswa masih dibebani biaya, maka klaim kepedulian sosial patut dipertanyakan. Ia juga mengingatkan publik agar tidak terjebak dalam drama emosional pejabat.

“Jangan percaya tangisan pejabat. Banyak kebohongan dalam pernyataan yang disampaikan,” ujarnya.

Polemik Melebar ke Tingkat Nasional

Isu SMA Siger tak lagi berhenti di tingkat kota. DPRD, Ombudsman, dan organisasi masyarakat sipil mulai angkat suara. Ketua Umum Gema Puan, Ridwan, bahkan menyatakan persoalan ini telah disampaikan kepada salah satu anggota DPR RI.

Situasi tersebut menandakan polemik SMA Siger telah melampaui batas isu lokal dan berpotensi menjadi sorotan nasional, terutama terkait tata kelola pendidikan dan penggunaan anggaran publik.

Anggaran Rp5 Miliar dan Kesan Kebal Kritik

Di tengah gelombang kritik, langkah Pemerintah Kota Bandar Lampung yang mengajukan anggaran Rp5 miliar untuk SMA Siger justru memperkeruh suasana. Publik menilai kebijakan itu menunjukkan ketidakpekaan terhadap tuntutan transparansi dan evaluasi hukum.

Sikap tersebut memunculkan kesan berbahaya: kekuasaan yang berjalan tanpa koreksi. Jika legalitas belum tuntas namun anggaran terus dipaksakan, maka yang dipertaruhkan bukan sekadar uang negara, melainkan masa depan siswa dan wibawa hukum.

Hari ini, Bandar Lampung tidak kekurangan drama dan air mata. Yang absen justru kejujuran, keterbukaan, dan tanggung jawab. SMA Siger kini menjelma simbol perlawanan publik terhadap kekuasaan yang dianggap merasa tak tersentuh.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: Anggaran PendidikanBandar LampungEva DwianaLegalitas Sekolahpolemik pendidikanSMA SIGERTransparansi Anggaran
ShareTweetSendShare
Previous Post

SMK swasta klaim mampu tampung murid SMA Siger tanpa bantuan pemerintah

Next Post

SMA Siger disorot, model Jawa Barat dinilai lebih tepat sasaran

Related Posts

Masjid Raya Al Jabbar Jadi Tujuan, Wisata Rohani Pensiunan ASN Pemkot Dipertanyakan
Berita Desa

Masjid Raya Al Jabbar Jadi Tujuan, Wisata Rohani Pensiunan ASN Pemkot Dipertanyakan

February 7, 2026
Dari Alegori ke Realitas: SMA Siger dan Bahaya Kebijakan yang Terburu-buru
Berita Desa

Dari Alegori ke Realitas: SMA Siger dan Bahaya Kebijakan yang Terburu-buru

February 7, 2026
SMA Siger Terhambat Izin, Asroni Paslah: Jangan Paksa Kebijakan Bermasalah
Berita Desa

Satu Sekolah, Miliaran Rupiah: Arah Kebijakan Pendidikan Bandar Lampung Dikritik

February 6, 2026
Next Post
SMA Siger disorot, model Jawa Barat dinilai lebih tepat sasaran

SMA Siger disorot, model Jawa Barat dinilai lebih tepat sasaran

Ketika Kurikulum SMA Siger Berjarak dari Regulasi

Ketika Kurikulum SMA Siger Berjarak dari Regulasi

SMA Siger, Antara Inisiatif Pendidikan dan Kepastian Hukum

SMA Siger, Antara Inisiatif Pendidikan dan Kepastian Hukum

Polemik SMA Siger Berakhir, Disdikbud Fokus Selamatkan Anak Didik

Polemik SMA Siger Berakhir, Disdikbud Fokus Selamatkan Anak Didik

Tahun Ajaran 2026/2027, Disdikbud Lampung Larang SMA Siger Buka SPMB

Tahun Ajaran 2026/2027, Disdikbud Lampung Larang SMA Siger Buka SPMB

Dari Desa ke Desa

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Daridesakedesa.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga

© 2024 Daridesakedesa.com - All Right Reserved