• Redaksi
  • Tentang Kami
Tuesday, June 2, 2026
Dari Desa ke Desa
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga
No Result
View All Result
Dari Desa ke Desa
No Result
View All Result
Home Berita Desa

Komisi IV DPRD Soroti BOSDA yang Belum Cair di Tengah Rencana Program Baru Pemkot

Melda by Melda
June 1, 2026

DARI DESA- Kebijakan anggaran Pemerintah Kota Bandar Lampung kembali menjadi perhatian publik setelah muncul perbandingan antara alokasi dana hibah untuk SMA Siger, rencana insentif kepala sekolah, dan distribusi Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) bagi SMP Negeri.

Sorotan tersebut muncul karena di tengah belum tersalurkannya BOSDA yang telah disahkan sejak November 2025, Pemkot Bandar Lampung justru menggulirkan sejumlah program dengan nilai anggaran yang jauh lebih besar, termasuk rencana peningkatan dana hibah SMA Siger dan pemberian insentif bagi kepala sekolah.

Dalam berbagai kesempatan, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana disebut merencanakan peningkatan dana hibah untuk SMA Siger. Dana hibah yang sebelumnya tercatat sebesar Rp350 juta pada tahun anggaran 2025 disebut akan meningkat menjadi Rp5 miliar pada APBD Perubahan 2026 dan mencapai Rp10 miliar pada APBD 2027.

BeritaTerkait

Pesisir Pesawaran Memanas: Saat Investasi Besar Bertemu Aspirasi Nelayan Tradisional

Jimly Asshiddiqie Pernah Soroti Konflik Kepentingan, Kini DPRD Kembali Bahas SMA Siger

WTP Pemkot Bandar Lampung dan Polemik SMA Siger Kembali Jadi Perbincangan Publik

Pendidikan atau Insentif? Kebijakan Anggaran Pemkot Bandar Lampung Jadi Perhatian Publik

Besaran anggaran tersebut memunculkan perdebatan karena dianggap tidak sebanding dengan nilai BOSDA yang diperuntukkan bagi puluhan SMP Negeri di Kota Bandar Lampung.

Sebelumnya, BOSDA untuk mendukung operasional pendidikan SMP Negeri sempat dialokasikan sebesar Rp6,5 miliar. Setelah pembahasan bersama DPRD, nilai tersebut meningkat menjadi Rp9,5 miliar.

Namun hingga Mei 2026, penyaluran BOSDA tersebut masih menjadi pertanyaan sejumlah anggota DPRD Kota Bandar Lampung.

Dalam rapat dengar pendapat bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Bandar Lampung pada 18 Mei 2026, Komisi IV DPRD mempertanyakan alasan belum tersalurkannya BOSDA meskipun telah disahkan sejak akhir tahun sebelumnya.

Kepala Disdikbud Kota Bandar Lampung, M. Nur Ramdhan, menjelaskan bahwa nilai BOSDA yang diterima peserta didik SMP Negeri berada pada kisaran Rp285 ribu per siswa per tahun.

Dana tersebut disalurkan secara bertahap setiap caturwulan, sehingga siswa menerima sekitar Rp71 ribu dalam setiap tahap penyaluran.

Kondisi tersebut memunculkan perbandingan dengan alokasi dana hibah untuk SMA Siger yang jumlah siswanya jauh lebih sedikit dibandingkan total peserta didik SMP Negeri di Kota Bandar Lampung.

Selain persoalan hibah pendidikan, perhatian publik juga tertuju pada rencana pemberian insentif sebesar Rp2 juta per bulan bagi kepala sekolah SD dan SMP di bawah binaan Pemerintah Kota Bandar Lampung.

Jika direalisasikan untuk sekitar 235 kepala sekolah, program tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp5,64 miliar per tahun.

Nilai tersebut dinilai cukup besar karena mencapai lebih dari separuh total BOSDA yang dialokasikan untuk seluruh SMP Negeri di Bandar Lampung.

Sejumlah kalangan mempertanyakan skala prioritas penggunaan anggaran pendidikan daerah, terutama ketika BOSDA yang menyentuh langsung kebutuhan operasional sekolah masih menghadapi keterlambatan distribusi.

Di sisi lain, sejumlah pengamat menilai kebijakan anggaran pendidikan seharusnya berorientasi pada peningkatan kualitas layanan pendidikan, pemerataan akses belajar, serta pemenuhan kebutuhan dasar peserta didik.

Perdebatan mengenai alokasi dana hibah SMA Siger, BOSDA, dan insentif kepala sekolah diperkirakan masih akan terus bergulir, terutama menjelang pembahasan APBD Perubahan 2026 dan penyusunan APBD Tahun 2027.

Publik kini menunggu penjelasan lebih lanjut dari Pemerintah Kota Bandar Lampung terkait dasar perencanaan anggaran tersebut serta bagaimana kebijakan itu akan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan mutu pendidikan di daerah.***

Tags: APBD 2026Bandar LampungBOSDADana HibahDisdikbud Bandar LampungDPRD Bandar LampungEva DwianaInsentif Kepala SekolahPendidikanSMA SIGER
ShareTweetSendShare
Previous Post

Jimly Asshiddiqie Pernah Soroti Konflik Kepentingan, Kini DPRD Kembali Bahas SMA Siger

Next Post

Pesisir Pesawaran Memanas: Saat Investasi Besar Bertemu Aspirasi Nelayan Tradisional

Related Posts

Pesisir Pesawaran Memanas: Saat Investasi Besar Bertemu Aspirasi Nelayan Tradisional
Berita Desa

Pesisir Pesawaran Memanas: Saat Investasi Besar Bertemu Aspirasi Nelayan Tradisional

June 1, 2026
Jimly Asshiddiqie Pernah Soroti Konflik Kepentingan, Kini DPRD Kembali Bahas SMA Siger
Berita Desa

Jimly Asshiddiqie Pernah Soroti Konflik Kepentingan, Kini DPRD Kembali Bahas SMA Siger

May 31, 2026
WTP Pemkot Bandar Lampung dan Polemik SMA Siger Kembali Jadi Perbincangan Publik
Berita Desa

WTP Pemkot Bandar Lampung dan Polemik SMA Siger Kembali Jadi Perbincangan Publik

May 31, 2026
Next Post
Pesisir Pesawaran Memanas: Saat Investasi Besar Bertemu Aspirasi Nelayan Tradisional

Pesisir Pesawaran Memanas: Saat Investasi Besar Bertemu Aspirasi Nelayan Tradisional

Dari Desa ke Desa

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Daridesakedesa.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga

© 2024 Daridesakedesa.com - All Right Reserved