• Redaksi
  • Tentang Kami
Thursday, April 16, 2026
Dari Desa ke Desa
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga
No Result
View All Result
Dari Desa ke Desa
No Result
View All Result
Home Berita Desa

FML Minta KPK Usut Menyeluruh Proyek BMBK Provinsi Lampung

Melda by Melda
December 23, 2025
FML Minta KPK Usut Menyeluruh Proyek BMBK Provinsi Lampung

DARI DESA— Dewan Pimpinan Pusat Forum Muda Lampung (FML) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar tidak tebang pilih dalam penanganan dugaan korupsi proyek infrastruktur di Provinsi Lampung. FML meminta KPK memperluas pemeriksaan ke seluruh proyek Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) Provinsi Lampung, tidak hanya terfokus pada kasus yang mencuat di Kabupaten Lampung Tengah.

Desakan tersebut disampaikan menyusul terungkapnya Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Tahun 2025 yang menemukan berbagai penyimpangan pada puluhan paket pekerjaan jalan dan jembatan di bawah kewenangan Dinas BMBK Provinsi Lampung. Temuan tersebut dinilai sebagai indikasi kuat adanya persoalan sistemik dalam pengelolaan proyek infrastruktur daerah.

Sekretaris Jenderal FML, M. Iqbal Farochi, menilai praktik korupsi yang saat ini disorot di Lampung Tengah tidak berdiri sendiri. Ia menyebut pola permainan yang sama berpotensi terjadi di berbagai wilayah lain di Provinsi Lampung, mengingat temuan BPK menunjukkan kekurangan volume pekerjaan dan ketidaksesuaian spesifikasi yang tersebar luas.

BeritaTerkait

Banjir Bandar Lampung: Antara Infrastruktur Jalan dan Nasib Warga

Arinal Disorot dalam Kasus LEB, Kejati Diminta Bertindak Tegas

Eva Dwiana Didesak Benahi Infrastruktur, Banjir Terus Berulang

Warga Bicara Jujur Saat Pemimpin Turun Tanpa Sekat

“Berdasarkan LHP BPK, terdapat temuan kekurangan volume dan ketidaksesuaian spesifikasi senilai Rp4,44 miliar yang terjadi pada 20 paket pekerjaan Dinas BMBK di berbagai lokasi. Ini mengindikasikan praktik manipulasi volume dan kualitas pekerjaan yang sistematis, bukan insiden tunggal,” ujar Iqbal.

FML menilai temuan BPK tersebut seharusnya menjadi pintu masuk bagi KPK untuk melakukan audit investigatif secara menyeluruh. Selain itu, BPK juga mencatat adanya kelebihan pembayaran yang belum sepenuhnya disetorkan ke kas daerah dengan nilai mencapai Rp3,9 miliar. Proyek-proyek yang disorot antara lain rehabilitasi dan preservasi jalan di beberapa ruas strategis, termasuk proyek yang dikerjakan oleh sejumlah perusahaan kontraktor.

Menurut FML, jika KPK hanya memeriksa satu wilayah atau satu kasus tertentu, maka aktor-aktor utama di tingkat provinsi berpotensi luput dari proses hukum. Oleh karena itu, FML menuntut agar KPK memeriksa seluruh belanja modal jalan dan jembatan Dinas BMBK Provinsi Lampung pada tahun anggaran 2024.

Dalam pernyataan sikapnya, FML menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya meminta KPK memanggil Kepala Dinas BMBK Provinsi Lampung beserta pejabat pembuat komitmen (PPK) dan pejabat pelaksana teknis kegiatan (PPTK) yang terlibat dalam paket-paket bermasalah. FML juga mendorong Pemerintah Provinsi Lampung untuk memberikan sanksi tegas, termasuk melakukan blacklist terhadap perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran berdasarkan temuan BPK.

“Rakyat Lampung berhak mendapatkan infrastruktur yang berkualitas. Jalan yang cepat rusak akibat korupsi adalah bentuk pengkhianatan terhadap uang rakyat. KPK harus berani masuk dan membersihkan BMBK Provinsi Lampung secara menyeluruh,” tegas Iqbal.

FML menyatakan akan terus mengawal perkembangan kasus ini dan memastikan laporan serta tuntutan mereka mendapat perhatian serius dari KPK, demi terwujudnya tata kelola pembangunan infrastruktur yang bersih dan berintegritas di Provinsi Lampung.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: Audit InvestigatifDinas BMBK LampungDugaan Korupsi LampungFMLInfrastruktur JalanKorupsi ProyekKPKLampung TengahTemuan BPK
ShareTweetSendShare
Previous Post

Pengurus KONI Lampung Selatan Resmi Dilantik di Stadion Jati

Next Post

Penyaluran PIP Dinilai Belum Efisien, Sekolah Harapkan Perbaikan Sistem

Related Posts

Banjir Bandar Lampung: Antara Infrastruktur Jalan dan Nasib Warga
Berita Desa

Banjir Bandar Lampung: Antara Infrastruktur Jalan dan Nasib Warga

April 16, 2026
Arinal Disorot dalam Kasus LEB, Kejati Diminta Bertindak Tegas
Berita Desa

Arinal Disorot dalam Kasus LEB, Kejati Diminta Bertindak Tegas

April 15, 2026
Eva Dwiana Didesak Benahi Infrastruktur, Banjir Terus Berulang
Berita Desa

Eva Dwiana Didesak Benahi Infrastruktur, Banjir Terus Berulang

April 15, 2026
Next Post
Penyaluran PIP Dinilai Belum Efisien, Sekolah Harapkan Perbaikan Sistem

Penyaluran PIP Dinilai Belum Efisien, Sekolah Harapkan Perbaikan Sistem

Indikasi Penyalahgunaan Anggaran Rp1,35 Miliar di SMA Swasta Siger

Indikasi Penyalahgunaan Anggaran Rp1,35 Miliar di SMA Swasta Siger

Muhammad Alfariezie, Penyair Muda yang Menghadirkan Dialog Teologis

Tumbuh di Celah Kekuasaan, Politik Sunyi dalam Puisi Muhammad Alfariezie

BNNK Tanggamus Tutup 2025 dengan Capaian Kinerja Signifikan

BNNK Tanggamus Tutup 2025 dengan Capaian Kinerja Signifikan

Zulkifli Anwar Sosialisasi Empat Pilar di Pesantren Lampung Selatan

Zulkifli Anwar Sosialisasi Empat Pilar di Pesantren Lampung Selatan

Dari Desa ke Desa

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Daridesakedesa.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga

© 2024 Daridesakedesa.com - All Right Reserved