• Redaksi
  • Tentang Kami
Saturday, February 7, 2026
Dari Desa ke Desa
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga
No Result
View All Result
Dari Desa ke Desa
No Result
View All Result
Home Berita Desa

Lampung Tengah Terang Diuji Konsistensi Kepemimpinan I Komang Koheri

Melda by Melda
January 20, 2026
Lampung Tengah Terang Diuji Konsistensi Kepemimpinan I Komang Koheri

DARI DESA- Bisakah sebuah daerah benar-benar terang jika generasi mudanya tumbuh tanpa daya kritis, sementara jerat tindak pidana korupsi masih membayangi kekuasaan?

Tiga kata—Lampung Tengah Terang—terlontar dari Plt. Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, pada Senin malam, 19 Januari 2026.

Kalimat singkat itu terdengar sederhana, namun sesungguhnya memuat beban besar: membersihkan nama daerah yang belakangan lekat dengan perkara tipikor sekaligus membangun masa depan yang lebih jernih, bukan sekadar terang secara fisik.

BeritaTerkait

Dari Alegori ke Realitas: SMA Siger dan Bahaya Kebijakan yang Terburu-buru

Satu Sekolah, Miliaran Rupiah: Arah Kebijakan Pendidikan Bandar Lampung Dikritik

Pengurusan Aset Yayasan oleh Pejabat Pemkot, LSM Minta Aparat Turun Tangan

Disdikbud Lampung Dinilai Lamban, Nasib Siswa SMA Siger Menggantung

Masalahnya, mimpi tentang “terang” itu hadir di tengah realitas pahit. Indonesia, menurut hasil penelitian Program for International Student Assessment (PISA) 2022, berada di peringkat 74 dari 79 negara dalam minat literasi. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan cermin rapuhnya daya kritis generasi penerus bangsa.

Di titik inilah keterkaitan antara tipikor, literasi, dan Lampung Tengah Terang menjadi tak terpisahkan. Korupsi kerap bukan semata soal niat, melainkan tentang kesempatan—kesempatan yang tumbuh subur ketika pengawasan sosial lemah dan generasi mudanya apatis terhadap lingkungan sekitar. Tanpa literasi, pengawasan publik menjadi tumpul, kritik melemah, dan penyimpangan berjalan senyap.

Lampung Tengah, karenanya, tak mungkin benar-benar terang jika terus berkutat dalam pusaran persoalan hukum. Terang bukan hanya soal lampu jalan atau pembangunan fisik, melainkan kejernihan berpikir warganya. Dan kejernihan itu lahir dari literasi.

Jawaban atas pertanyaan bagaimana membangun Lampung Tengah Terang tanpa kembali tersandung kasus tipikor sejatinya sederhana namun menuntut konsistensi: kuatkan literasi di sekolah-sekolah. Literasi bukan sekadar kemampuan membaca, tetapi kemampuan memahami, mengkritisi, dan berani bersuara. Dari sanalah kontrol sosial tumbuh secara alami.

Sebaliknya, ketika literasi diabaikan, anak-anak akan terbiasa menjadi penonton. Apatisme menjelma kebiasaan, dan korupsi menemukan ruang hidupnya—bahkan di sekitar orang-orang terdekat.

Sebagai sosok yang lahir dan besar dalam budaya Bali, I Komang Koheri tentu akrab dengan falsafah Karma Phala: setiap perbuatan, baik maupun buruk, akan berbuah—cepat atau lambat. Prinsip ini menempatkan kepemimpinan bukan sekadar jabatan administratif, melainkan soal tanggung jawab moral yang kelak dipertanggungjawabkan.

Kini, tipikor di satu sisi dan niat membangun Lampung Tengah Terang di sisi lain menjadi dua kutub yang menguji arah kepemimpinan. Mengerek daya literasi generasi penerus bukan lagi pilihan tambahan, melainkan prasyarat utama jika slogan “terang” ingin bermakna lebih dari sekadar retorika. Mampukah itu diwujudkan?

“Ah, sebatas literasi, tentu mudah bagi beli,” kata seorang adik yang ingin segera melihat Lampung Tengah Terang.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: I Komang Koherikepemimpinan daerahLampung Tengah Terangliterasi dan korupsipencegahan tipikor
ShareTweetSendShare
Previous Post

Polemik Pembongkaran Las Karbit, Pemkot Bandar Lampung Didesak Transparan

Next Post

Konflik Segala Mider Mengemuka, DPRD Soroti Peran Dinas Kesehatan

Related Posts

Dari Alegori ke Realitas: SMA Siger dan Bahaya Kebijakan yang Terburu-buru
Berita Desa

Dari Alegori ke Realitas: SMA Siger dan Bahaya Kebijakan yang Terburu-buru

February 7, 2026
SMA Siger Terhambat Izin, Asroni Paslah: Jangan Paksa Kebijakan Bermasalah
Berita Desa

Satu Sekolah, Miliaran Rupiah: Arah Kebijakan Pendidikan Bandar Lampung Dikritik

February 6, 2026
Pengurusan Aset Yayasan oleh Pejabat Pemkot, LSM Minta Aparat Turun Tangan
Berita Desa

Pengurusan Aset Yayasan oleh Pejabat Pemkot, LSM Minta Aparat Turun Tangan

February 6, 2026
Next Post
Konflik Segala Mider Mengemuka, DPRD Soroti Peran Dinas Kesehatan

Konflik Segala Mider Mengemuka, DPRD Soroti Peran Dinas Kesehatan

Lampung Tengah Terang: Mulai dari Kesadaran, Bukan Seremoni

Lampung Tengah Terang: Mulai dari Kesadaran, Bukan Seremoni

Komisi IV Warning Dinkes: Jangan Cuma Serap Anggaran

Komisi IV Warning Dinkes: Jangan Cuma Serap Anggaran

APBD dan Konflik Kepentingan: SMA Siger Jadi Ujian Transparansi Pemkot

APBD dan Konflik Kepentingan: SMA Siger Jadi Ujian Transparansi Pemkot

Pangdam Minta Pengusutan Tuntas Dugaan APBD untuk SMA Swasta Siger

Pangdam Minta Pengusutan Tuntas Dugaan APBD untuk SMA Swasta Siger

Dari Desa ke Desa

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Daridesakedesa.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga

© 2024 Daridesakedesa.com - All Right Reserved