• Redaksi
  • Tentang Kami
Thursday, February 12, 2026
Dari Desa ke Desa
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga
No Result
View All Result
Dari Desa ke Desa
No Result
View All Result
Home Berita Desa

Lampung Tengah Terang: Mulai dari Kesadaran, Bukan Seremoni

Melda by Melda
January 21, 2026
Lampung Tengah Terang: Mulai dari Kesadaran, Bukan Seremoni

DARI DESA- Komitmen membangun Lampung Tengah Terang tidak hanya diwujudkan melalui infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi. Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah memilih fondasi sosial dengan memperkuat literasi pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak hingga ke sekolah dan pelosok desa sebagai langkah pencegahan kekerasan sejak dini.

Plt Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri menilai pendekatan ini menjadi kunci menciptakan pembangunan yang berkeadilan dan berkelanjutan.

Angka Rendah Bukan Alasan Lengah

Di tengah tingginya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di sejumlah daerah di Provinsi Lampung, Lampung Tengah justru mencatat angka relatif rendah. Sepanjang periode pendataan terakhir, kasus perempuan dan anak di Lampung Tengah tercatat 27 kasus, jauh di bawah Kota Bandar Lampung yang menembus lebih dari 100 kasus serta Lampung Selatan yang berada di atas 50 kasus.

BeritaTerkait

Penegakan Hukum Kasus PT LEB Harus Sentuh Level Tertinggi

Setoran Dana PI ke PAD Jadi Sorotan, PT LEB Diminta Fokus Usaha

Tak Kantongi Izin tapi Gelar KBM, SMA Siger Terancam Proses Hukum

GMNI Metro Desak Kebijakan Berbasis Data, Bukan Tekanan Kelompok

Namun demikian, Komang Koheri menegaskan bahwa statistik tersebut tidak boleh membuat pemerintah daerah berpuas diri.

“Lampung Tengah Terang tidak dibangun dengan rasa puas, tetapi dengan keberanian berpikir kritis dan bertindak lebih jauh,” ujarnya dalam arah kebijakan Pemkab Lampung Tengah.

Literasi Menyentuh Akar Persoalan

Program literasi pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak dirancang tidak bersifat seremonial. Edukasi diarahkan untuk menyentuh kesadaran hukum, keberanian bersuara, serta pemahaman hak-hak dasar.

Program ini akan menjangkau sekolah dasar hingga menengah, komunitas ibu, serta dusun-dusun terpencil yang selama ini minim akses informasi. Perempuan didorong tampil sebagai subjek pembangunan, sementara anak-anak diarahkan tumbuh dalam lingkungan yang aman dan ramah bagi perkembangan mental serta karakter.

Sinergi Keluarga dan Dukungan Politik

Komitmen tersebut juga diperkuat oleh sinergi lintas peran. Istri Plt Bupati Lampung Tengah, Ni Ketut Dewi Nadi, yang juga anggota Komisi IV DPRD Provinsi Lampung, dinilai memiliki posisi strategis dalam memperkuat kebijakan kesejahteraan sosial dan perlindungan kelompok rentan.

Sinergi antara eksekutif dan legislatif ini menjadi modal penting agar program literasi perempuan dan perlindungan anak berjalan berkelanjutan.

Makna Terang dalam Pembangunan Sosial

Bagi Pemkab Lampung Tengah, makna terang tidak hanya diartikan sebagai pembangunan fisik. Terang dimaknai sebagai kemajuan sosial dan peradaban, di mana perempuan memiliki ruang aman dan setara, anak-anak terlindungi dari kekerasan, serta masyarakat berani melawan ketidakadilan.

Menuju Lampung Tengah yang Lebih Manusiawi

I Komang Koheri optimistis, literasi perempuan dan perlindungan anak merupakan investasi jangka panjang. Ketika rumah, sekolah, dan dusun terpencil menjadi ruang aman, Lampung Tengah Terang tidak lagi sekadar slogan, melainkan realitas sosial.

Lampung Tengah Terang dimulai dari keluarga, pendidikan, dan kesadaran bersama.***

 

Source: ALFARIEZIE
Tags: I Komang KoheriLampung Tengah Terangliterasi perempuanpembangunan sosial Lampung TengahPerlindungan Anak
ShareTweetSendShare
Previous Post

Konflik Segala Mider Mengemuka, DPRD Soroti Peran Dinas Kesehatan

Next Post

Komisi IV Warning Dinkes: Jangan Cuma Serap Anggaran

Related Posts

Penegakan Hukum Kasus PT LEB Harus Sentuh Level Tertinggi
Berita Desa

Penegakan Hukum Kasus PT LEB Harus Sentuh Level Tertinggi

February 12, 2026
Setoran Dana PI ke PAD Jadi Sorotan, PT LEB Diminta Fokus Usaha
Berita Desa

Setoran Dana PI ke PAD Jadi Sorotan, PT LEB Diminta Fokus Usaha

February 12, 2026
Tak Kantongi Izin tapi Gelar KBM, SMA Siger Terancam Proses Hukum
Berita Desa

Tak Kantongi Izin tapi Gelar KBM, SMA Siger Terancam Proses Hukum

February 11, 2026
Next Post
Komisi IV Warning Dinkes: Jangan Cuma Serap Anggaran

Komisi IV Warning Dinkes: Jangan Cuma Serap Anggaran

APBD dan Konflik Kepentingan: SMA Siger Jadi Ujian Transparansi Pemkot

APBD dan Konflik Kepentingan: SMA Siger Jadi Ujian Transparansi Pemkot

Pangdam Minta Pengusutan Tuntas Dugaan APBD untuk SMA Swasta Siger

Pangdam Minta Pengusutan Tuntas Dugaan APBD untuk SMA Swasta Siger

DPRD Klaim Tak Pernah Setujui Anggaran Rp700 Juta untuk SMA Siger

DPRD Klaim Tak Pernah Setujui Anggaran Rp700 Juta untuk SMA Siger

Jalan Mulus Tinggal Narasi, Kondisi Lapangan Bicara Lain

Jalan Mulus Tinggal Narasi, Kondisi Lapangan Bicara Lain

Dari Desa ke Desa

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Daridesakedesa.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga

© 2024 Daridesakedesa.com - All Right Reserved