• Redaksi
  • Tentang Kami
Sunday, April 19, 2026
Dari Desa ke Desa
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga
No Result
View All Result
Dari Desa ke Desa
No Result
View All Result
Home Berita Desa

Pangdam Misrul: Keterbukaan Informasi Tak Berjalan di Era Eva Dwiana

Melda by Melda
January 29, 2026
Pangdam Misrul: Keterbukaan Informasi Tak Berjalan di Era Eva Dwiana

DARI DESA- Mandeknya transparansi data layanan kesehatan di Kota Bandar Lampung kembali menuai sorotan. Kali ini, kritik tajam datang dari Panglima Ladam (Pangdam) Misrul yang secara terbuka membandingkan sikap Wali Kota Eva Dwiana dengan Wakil Wali Kota Deddy Amrullah, khususnya dalam hal keterbukaan informasi publik.

Pangdam menilai, polemik soal tidak terbukanya data jumlah peserta, klaim BPJS, serta Program Pelayanan Kesehatan Masyarakat (P2KM) di Puskesmas BLUD Segala Mider, puskesmas satelit, hingga Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung mencerminkan persoalan serius dalam tata kelola pemerintahan. Menurutnya, kondisi ini seharusnya tidak terjadi jika prinsip transparansi dijalankan secara konsisten.

Dalam pernyataannya, Pangdam Misrul justru menyebut Deddy Amrullah lebih bermakna dalam konteks mendorong keterbukaan informasi publik dibanding Eva Dwiana. Ia mengajak masyarakat kembali menonton debat Pilkada Bandar Lampung 2024 untuk melihat perbedaan sikap dan visi kedua figur tersebut.

BeritaTerkait

Empati atau Retorika? Pernyataan Wali Kota di Tengah Banjir Disorot

Sidang PI 10% PT LEB, Direksi Bantah Tuduhan, Komisaris Tak Terseret

Kominfo Lampung di Tengah Isu Dana Media dan Pola Pemberitaan Seragam

Pansus LHP BPK DPRD Bandar Lampung Tindaklanjuti Temuan PTK Khusus Rp3,6 Miliar

Mandeknya transparansi layanan kesehatan jadi pemicu kritik

Masalah transparansi data kesehatan bukan hal sepele. Data anggaran, klaim BPJS, hingga jumlah penerima manfaat merupakan informasi publik yang wajib dibuka kepada masyarakat. Pangdam menilai, tertutupnya informasi tersebut berpotensi menimbulkan kecurigaan publik dan melemahkan kepercayaan warga terhadap pemerintah kota.

Menurut Pangdam, keterbukaan informasi publik bukan sekadar formalitas administrasi, melainkan fondasi utama pencegahan korupsi. “Kalau data publik saja tidak bisa diakses, bagaimana masyarakat bisa ikut mengawasi?” ujarnya.

UU Keterbukaan Informasi Publik jadi tolok ukur

Pangdam Misrul menegaskan bahwa Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik secara jelas mewajibkan badan publik menyediakan dan memberikan informasi secara cepat, tepat waktu, biaya ringan, dan dengan cara sederhana. Informasi yang dimaksud mencakup penggunaan anggaran APBD dan APBN.

Namun, menurutnya, semangat undang-undang tersebut tidak berjalan optimal di bawah kepemimpinan Eva Dwiana. Pangdam menilai kebijakan anti korupsi yang digaungkan wali kota masih sebatas pelatihan dan sosialisasi tertib administrasi, tanpa keberanian membuka data anggaran dan layanan publik secara transparan.

Perbandingan sikap Eva Dwiana dan Deddy Amrullah

Dalam pandangan Pangdam, Deddy Amrullah memiliki keberanian lebih besar dalam menyuarakan keterbukaan informasi publik. Ia menyebut, meski saat ini hanya menjabat sebagai wakil wali kota, Deddy menunjukkan komitmen kuat terhadap prinsip good governance.

“Berbeda dengan Deddy Amrullah, dia lebih punya taste soal anti korupsi. Coba lihat lagi debat Pilkada 2024 kemarin,” kata Pangdam Misrul, Rabu, 28 Januari 2026.

Untuk memperkuat argumennya, Pangdam bahkan membagikan potongan video debat Pilkada 2024. Dalam cuplikan tersebut, Deddy Amrullah secara terbuka menyinggung pentingnya tata kelola pemerintahan yang bersih dan transparan, terutama dalam pengelolaan anggaran publik yang kerap menyeret pejabat ke pusaran tindak pidana korupsi.

Pernyataan debat yang kembali relevan

Dalam video debat itu, Deddy Amrullah menyampaikan komitmen tegas terhadap pemberantasan korupsi dan keterbukaan informasi. “Kita bertekad menghilangkan korupsi di Kota Bandar Lampung. Kita akan menjalankan good governance kepada sistem pemerintahan kita, kita wujudkan tata kelola pemerintahan yang baik,” ujar Deddy saat itu.

Ia juga menekankan pentingnya profesionalisme aparatur, kepastian hukum, dan keterbukaan sebagai pilar utama pemerintahan. “Ketiga, keterbukaan sehingga langkah kita terbuka dan profesional,” lanjutnya.

Pernyataan tersebut kini kembali relevan di tengah sorotan publik terhadap pengelolaan layanan kesehatan dan transparansi anggaran di Kota Bandar Lampung.

Transparansi sebagai ujian kepemimpinan

Pangdam Misrul menilai, persoalan ini bukan sekadar perbandingan personal antara Eva Dwiana dan Deddy Amrullah, melainkan ujian nyata bagi kepemimpinan daerah. Ketika informasi publik tertutup, maka ruang partisipasi dan pengawasan masyarakat ikut terpangkas.

Ia berharap kritik ini menjadi pengingat bahwa keterbukaan informasi publik adalah kewajiban hukum, bukan pilihan politik. Di mata Pangdam, keberanian menyuarakan transparansi justru menjadi pembeda utama kualitas kepemimpinan di Kota Bandar Lampung.

Source: ALFARIEZIE
Tags: Bandar LampungDeddy AmrullahEva DwianaKeterbukaan InformasiTransparansi Publikuu keterbukaan informasi
ShareTweetSendShare
Previous Post

Kepemimpinan yang Saling Menguatkan di Tengah Krisis Daerah

Next Post

SMA Swasta Siger dan Isu Transparansi Anggaran APBD

Related Posts

Empati atau Retorika? Pernyataan Wali Kota di Tengah Banjir Disorot
Berita Desa

Empati atau Retorika? Pernyataan Wali Kota di Tengah Banjir Disorot

April 19, 2026
Sidang PI 10% PT LEB, Direksi Bantah Tuduhan, Komisaris Tak Terseret
Berita Desa

Sidang PI 10% PT LEB, Direksi Bantah Tuduhan, Komisaris Tak Terseret

April 19, 2026
Kominfo Lampung di Tengah Isu Dana Media dan Pola Pemberitaan Seragam
Berita Desa

Kominfo Lampung di Tengah Isu Dana Media dan Pola Pemberitaan Seragam

April 17, 2026
Next Post
SMA Swasta Siger dan Isu Transparansi Anggaran APBD

SMA Swasta Siger dan Isu Transparansi Anggaran APBD

Gema Puan Sebut SMA Siger Dibahas di Pusat, DPR RI Diminta Turun Tangan

Gema Puan Sebut SMA Siger Dibahas di Pusat, DPR RI Diminta Turun Tangan

Ombudsman Angkat Bicara, Anggaran SMA Siger Berpotensi Maladministrasi

Panji: Ini Bukan Sekadar Pendidikan, Tapi Indikasi Penggerogotan Negara

Janji yang Mulus, Realita yang Tersendat

Janji yang Mulus, Realita yang Tersendat

Lampung Tengah Terang Dimulai dari Keluarga Berdaya

Lampung Tengah Terang Dimulai dari Keluarga Berdaya

Dari Desa ke Desa

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Daridesakedesa.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga

© 2024 Daridesakedesa.com - All Right Reserved