• Redaksi
  • Tentang Kami
Thursday, April 16, 2026
Dari Desa ke Desa
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga
No Result
View All Result
Dari Desa ke Desa
No Result
View All Result
Home Berita Desa

SMA Swasta Siger dan Isu Transparansi Anggaran APBD

Melda by Melda
January 30, 2026
SMA Swasta Siger dan Isu Transparansi Anggaran APBD

DARI DESA- Polemik SMA Swasta Siger kembali menjadi sorotan publik. Dugaan aliran dana hibah miliaran rupiah untuk sekolah yang belum memiliki legalitas lengkap memantik pertanyaan tentang akuntabilitas anggaran dan praktik tata kelola pendidikan di Kota Bandar Lampung pada periode kedua Wali Kota Eva Dwiana.

Kritik muncul bukan semata karena nominal, tetapi karena proses yang dianggap menyalahi aturan. Pengamat kebijakan publik menilai hal ini mencerminkan ketegangan antara kepentingan penguasa dan aspirasi masyarakat, terutama warga pra sejahtera yang seharusnya menjadi prioritas pengelolaan pendidikan.

Hibah Besar untuk Sekolah Belum Legal

SMA Swasta Siger disebut menerima aliran dana hibah rutin, meski belum teregistrasi di Dapodik, belum memiliki aset tanah dan bangunan, serta belum memenuhi persyaratan operasional sebagaimana sekolah swasta lain. Praktik ini memicu skeptisme masyarakat dan kalangan media.

BeritaTerkait

Banjir Bandar Lampung: Antara Infrastruktur Jalan dan Nasib Warga

Arinal Disorot dalam Kasus LEB, Kejati Diminta Bertindak Tegas

Eva Dwiana Didesak Benahi Infrastruktur, Banjir Terus Berulang

Warga Bicara Jujur Saat Pemimpin Turun Tanpa Sekat

“Setiap sekolah swasta harus memiliki legalitas lengkap sebelum menerima BOS atau bantuan dari APBD. Jika ada pengecualian, publik berhak bertanya dan mengkritik,” ujar pengamat pendidikan Lampung, Arif Hidayat, Rabu (29/1/2026).

Ketimpangan Perlakuan terhadap Sekolah Lain

Sekolah swasta lain yang juga menampung siswa dari keluarga pra sejahtera harus menunggu legalitas lengkap dan memiliki aset berharga sebelum menerima dana. Sementara SMA Swasta Siger, melalui campur tangan aparatur pemerintah, dapat langsung memperoleh anggaran besar. Hal ini memunculkan pertanyaan tentang pemerataan dan keadilan dalam pengelolaan keuangan pendidikan.

Kritik dan Skeptisme Publik

Kasus ini menjadi simbol ketegangan antara pikiran rakyat dan kebijakan penguasa. Dana publik yang seharusnya digunakan sesuai aturan dianggap dialirkan ke sekolah tertentu, memicu skeptisme terhadap prinsip transparansi dan akuntabilitas pemerintah daerah.

“Pola ini menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat. Ketika aturan tidak ditegakkan secara konsisten, kritik publik adalah bentuk edukasi dan kontrol sosial yang sah,” jelas Arif.

Dampak terhadap Tata Kelola Pendidikan

Jika praktik ini terus berlanjut, dikhawatirkan akan merusak integritas sistem pendidikan daerah. Selain itu, aliran dana yang tidak transparan bisa menimbulkan indikasi pelanggaran hukum, termasuk dugaan penyalahgunaan wewenang atau tipikor.

Publik berharap DPRD Bandar Lampung dan aparat pengawas keuangan daerah menindaklanjuti temuan ini agar prinsip pemerataan, transparansi, dan akuntabilitas dijalankan.

Kasus SMA Swasta Siger bukan hanya soal angka, tetapi cermin pertarungan antara kepentingan rakyat dan kebijakan penguasa. Kritik skeptis terhadap pengelolaan anggaran merupakan wujud kontrol sosial yang vital dalam demokrasi, sekaligus pengingat agar semua program publik berjalan sesuai aturan.***

ShareTweetSendShare
Previous Post

Pangdam Misrul: Keterbukaan Informasi Tak Berjalan di Era Eva Dwiana

Next Post

Gema Puan Sebut SMA Siger Dibahas di Pusat, DPR RI Diminta Turun Tangan

Related Posts

Banjir Bandar Lampung: Antara Infrastruktur Jalan dan Nasib Warga
Berita Desa

Banjir Bandar Lampung: Antara Infrastruktur Jalan dan Nasib Warga

April 16, 2026
Arinal Disorot dalam Kasus LEB, Kejati Diminta Bertindak Tegas
Berita Desa

Arinal Disorot dalam Kasus LEB, Kejati Diminta Bertindak Tegas

April 15, 2026
Eva Dwiana Didesak Benahi Infrastruktur, Banjir Terus Berulang
Berita Desa

Eva Dwiana Didesak Benahi Infrastruktur, Banjir Terus Berulang

April 15, 2026
Next Post
Gema Puan Sebut SMA Siger Dibahas di Pusat, DPR RI Diminta Turun Tangan

Gema Puan Sebut SMA Siger Dibahas di Pusat, DPR RI Diminta Turun Tangan

Ombudsman Angkat Bicara, Anggaran SMA Siger Berpotensi Maladministrasi

Panji: Ini Bukan Sekadar Pendidikan, Tapi Indikasi Penggerogotan Negara

Janji yang Mulus, Realita yang Tersendat

Janji yang Mulus, Realita yang Tersendat

Lampung Tengah Terang Dimulai dari Keluarga Berdaya

Lampung Tengah Terang Dimulai dari Keluarga Berdaya

BOSDA SMP Negeri Belum Gratis, Pemkot Justru Bahas Anggaran SMA Swasta

BOSDA SMP Negeri Belum Gratis, Pemkot Justru Bahas Anggaran SMA Swasta

Dari Desa ke Desa

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Daridesakedesa.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga

© 2024 Daridesakedesa.com - All Right Reserved