• Redaksi
  • Tentang Kami
Thursday, April 16, 2026
Dari Desa ke Desa
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga
No Result
View All Result
Dari Desa ke Desa
No Result
View All Result
Home Berita Desa

Perempuan Tangguh, Asri Seimbangkan Profesi dan Usaha Tapis

Melda by Melda
April 8, 2026
Perempuan Tangguh, Asri Seimbangkan Profesi dan Usaha Tapis

DARI DESA- Di balik seragam putihnya sebagai seorang bidan, Asri menyimpan ketekunan lain yang tak kalah bermakna. Di sela tugasnya melayani masyarakat di puskesmas, ia merajut mimpi melalui helai-helai benang emas yang menghiasi kain tradisional khas Lampung, tapis.

Asri adalah istri dari Kopda Angga Dwi Ferdian, prajurit yang berdinas di Yonif 143/TWEJ Kodam II/Sriwijaya, sekaligus ibu dari dua anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar. Di tengah berbagai peran yang dijalaninya, ia memilih untuk tetap produktif dari rumah.

Baginya, berkarya bukan sekadar pilihan, melainkan panggilan hidup.

BeritaTerkait

Banjir Bandar Lampung: Antara Infrastruktur Jalan dan Nasib Warga

Arinal Disorot dalam Kasus LEB, Kejati Diminta Bertindak Tegas

Eva Dwiana Didesak Benahi Infrastruktur, Banjir Terus Berulang

Warga Bicara Jujur Saat Pemimpin Turun Tanpa Sekat

Tahun 2023 menjadi titik balik ketika ia memutuskan melanjutkan usaha sulam tapis milik orang tuanya yang telah dirintis sejak 1992. Seiring bertambahnya usia, orang tuanya memilih beristirahat, namun nilai kerja keras dan kemandirian yang diwariskan justru menjadi fondasi kuat bagi Asri.

“Saya ingin tetap produktif dari rumah dan membantu perekonomian keluarga tanpa meninggalkan peran sebagai ibu dan istri,” ujarnya.

Tapis merupakan warisan budaya yang sarat makna. Bagi masyarakat Lampung, tapis bukan sekadar kain, melainkan simbol kehormatan, doa, dan perjalanan hidup. Sulaman benang emas atau perak yang menghiasi kain tenun mengandung filosofi yang diwariskan secara turun-temurun.

Namun, bagi Asri, menjaga tradisi tidak berarti menutup diri terhadap perubahan zaman.

Melalui UMKM Asri Tapis Lampung, ia menghadirkan inovasi dengan memadukan batik dan sulaman khas tapis. Jika sebelumnya tapis identik dengan acara adat dan formal, kini kreasinya dapat digunakan dalam suasana nonformal tanpa kehilangan identitas budaya.

Perjalanan Asri tidak lepas dari tantangan. Dengan modal awal sekitar Rp20 juta, ia merintis usahanya secara bertahap. Ia belajar dari nol, mulai dari produksi, pemasaran, hingga pengelolaan keuangan.

Dukungan juga datang dari lingkungan organisasi Persit. Ketua Daerah XXI/Radin Inten memberikan apresiasi atas dedikasi yang ditunjukkan Asri.

Upaya ini tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pemberdayaan ekonomi keluarga dan masyarakat.

Kini, usaha yang dijalankan Asri terus berkembang dan turut ambil bagian dalam Ajang Persit Bisa 2.

Lebih dari sekadar usaha, Asri Tapis Lampung telah membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar. Saat ini, ia telah mempekerjakan tujuh orang karyawan.

Bagi Asri, keberhasilan bukan hanya soal keuntungan, tetapi juga tentang menjaga identitas budaya dan menginspirasi generasi muda untuk tetap mencintai warisan daerah.

Ia ingin membuktikan bahwa kain tradisional mampu bersaing dengan produk modern tanpa kehilangan nilai dan maknanya.

Dari ruang puskesmas hingga ruang produksi, dari peran sebagai istri prajurit hingga pelaku UMKM, Asri menunjukkan bahwa perempuan mampu menjalankan banyak peran sekaligus.

Di tangannya, tapis bukan sekadar kain, melainkan cerita tentang ketekunan, keberanian, dan upaya menjaga jati diri Lampung di tengah arus zaman.

Source: OSCAR SIHOTANG
Tags: Asri Tapis LampungBudaya LampungEkonomi KreatifKisah InspiratifPengrajin TapisPerempuan InspiratifPersitTapis LampungUMKM LampungWarisan Budaya
ShareTweetSendShare
Previous Post

Sabuk Kamtibmas Diperkuat, Warga Jadi Garda Terdepan Keamanan

Next Post

Halo Lamsel Siap Diluncurkan, 297 Layanan Publik Terintegrasi

Related Posts

Banjir Bandar Lampung: Antara Infrastruktur Jalan dan Nasib Warga
Berita Desa

Banjir Bandar Lampung: Antara Infrastruktur Jalan dan Nasib Warga

April 16, 2026
Arinal Disorot dalam Kasus LEB, Kejati Diminta Bertindak Tegas
Berita Desa

Arinal Disorot dalam Kasus LEB, Kejati Diminta Bertindak Tegas

April 15, 2026
Eva Dwiana Didesak Benahi Infrastruktur, Banjir Terus Berulang
Berita Desa

Eva Dwiana Didesak Benahi Infrastruktur, Banjir Terus Berulang

April 15, 2026
Next Post
Halo Lamsel Siap Diluncurkan, 297 Layanan Publik Terintegrasi

Halo Lamsel Siap Diluncurkan, 297 Layanan Publik Terintegrasi

Lapas Kalianda Gandeng TNI dan BNN, Perangi Barang Terlarang

Lapas Kalianda Gandeng TNI dan BNN, Perangi Barang Terlarang

Mempererat Tali Silaturahmi, PWI Pringsewu Gelar Halal Bihalal Idulfitri

Mempererat Tali Silaturahmi, PWI Pringsewu Gelar Halal Bihalal Idulfitri

Ari Pahala Ajak Generasi Muda Memahami Ambiguitas dan Makna Puisi

Ari Pahala Ajak Generasi Muda Memahami Ambiguitas dan Makna Puisi

RSUD Batin Mangunang Siap Layani Pasien Kritis, Hemodialisa hingga Deteksi Kanker

RSUD Batin Mangunang Siap Layani Pasien Kritis, Hemodialisa hingga Deteksi Kanker

Dari Desa ke Desa

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Daridesakedesa.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga

© 2024 Daridesakedesa.com - All Right Reserved