• Redaksi
  • Tentang Kami
Thursday, March 26, 2026
Dari Desa ke Desa
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga
No Result
View All Result
Dari Desa ke Desa
No Result
View All Result
Home Berita Desa

Eva Dwiana dan Pendidikan Kontroversial di Bandar Lampung

Melda by Melda
February 28, 2026
Eva Dwiana dan Pendidikan Kontroversial di Bandar Lampung

DARI DESA- Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Tulang Bawang (UTB) menyoroti kontroversi pengelolaan SMA Siger dan anggaran BOSDA di Kota Bandar Lampung, menilai Wali Kota Eva Dwiana mengabaikan sistem pendidikan dan kepentingan peserta didik.

Kontroversi SMA Siger dan BOSDA, Pendidikan Bandar Lampung Dinilai Terganggu

Polemik seputar SMA Siger dan alokasi Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) yang hanya Rp6,5 miliar semakin menegaskan posisi Wali Kota Eva Dwiana sebagai sosok pemimpin kontroversial bagi pendidikan Kota Bandar Lampung.

Mahasiswa Fakultas Hukum UTB, Melda, menuturkan bahwa kebijakan Pemkot di bawah kepemimpinan Eva Dwiana mengorbankan kepentingan peserta didik demi janji politik dan yayasan yang dibina oleh saudari kembarnya, Eka Afriana.

BeritaTerkait

Jalan Berlubang dan Rusak Parah, Pemkot Diminta Fokus pada Kebutuhan Dasar

HIMATRA Lampung: Kritik Harus Membangun, Bukan Memecah

Dugaan Penyimpangan Anggaran Dinas PU Dilaporkan, Opini Tak Wajar Pemkot Kembali Disorot

Pangdam Curiga Pungutan BOS, Minta BPK Bongkar Tata Kelola Anggaran

“Kalau peduli pendidikan, tidak mungkin hanya memberikan BOSDA sekecil itu, dan tidak mungkin menahan siswa SMA Siger tetap belajar di tempat yang tidak layak,” ungkap Melda, Sabtu (28/2/2026).

BOSDA Minim, SMA Siger Justru Terima Dana Hibah Besar

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung telah meminta Yayasan Siger Prakarsa Bunda memindahkan peserta didik ke sekolah legal agar dapat terdaftar dapodik dan mendapatkan NISN. Namun, sekolah tetap menggelar Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang dinilai jauh dari standar wajar.

Sementara itu, Pemkot Bandar Lampung berencana mengalokasikan puluhan miliar rupiah untuk SMA Swasta Siger, meski yayasan ini belum menerima rekomendasi izin operasional. Ironisnya, BOSDA untuk 45 SMP Negeri di kota itu hanya sebesar Rp6,5 miliar.

“BOSDA per siswa hanya Rp195 ribu per tahun, sedangkan untuk satu yayasan puluhan miliar. Dimana keadilan dan asas prioritas sesuai Permendagri No. 14 Tahun 2016?” kata Melda.

Siswa SMA Siger Masih Terlantar

Wali murid dan peserta didik mengeluhkan kondisi belajar yang terbatas: modul dibeli sendiri, raport hanya berbentuk file, tidak ada ekstrakurikuler, seragam tidak disediakan, serta jadwal belajar yang tidak ideal. Beberapa siswa baru masuk pukul 11.00 dan pulang pukul 16.30 WIB.

Meski menerima dana hibah dari APBD, peserta didik SMA Siger belum terdaftar dapodik maupun NISN. Pihak yayasan belum ada rencana pemindahan, dan ada indikasi Pemkot ingin mengalihkan Barang Milik Daerah untuk kepentingan yayasan pribadi.

“Dana hibah sudah diberikan, tapi siswa tetap tidak mendapatkan fasilitas dan pendidikan layak. Ini menimbulkan pertanyaan besar tentang prioritas pemerintah kota,” tegas Melda.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: BOSDA Bandar LampungDana hibah sekolahEva DwianaKontroversi PendidikanPENDIDIKAN BANDAR LAMPUNGSMA SIGERUTB
ShareTweetSendShare
Previous Post

Pemeriksaan Pihak Terkait Dinilai Kunci Pembuktian Perkara

Next Post

Dari Tausiyah hingga Doorprize Umrah, Bukber GEMIRA Lampung Berlangsung Hangat

Related Posts

Jalan Berlubang dan Rusak Parah, Pemkot Diminta Fokus pada Kebutuhan Dasar
Berita Desa

Jalan Berlubang dan Rusak Parah, Pemkot Diminta Fokus pada Kebutuhan Dasar

March 26, 2026
HIMATRA Lampung: Kritik Harus Membangun, Bukan Memecah
Berita Desa

HIMATRA Lampung: Kritik Harus Membangun, Bukan Memecah

March 18, 2026
Dugaan Penyimpangan Anggaran Dinas PU Dilaporkan, Opini Tak Wajar Pemkot Kembali Disorot
Berita Desa

Dugaan Penyimpangan Anggaran Dinas PU Dilaporkan, Opini Tak Wajar Pemkot Kembali Disorot

March 17, 2026
Next Post
Dari Tausiyah hingga Doorprize Umrah, Bukber GEMIRA Lampung Berlangsung Hangat

Dari Tausiyah hingga Doorprize Umrah, Bukber GEMIRA Lampung Berlangsung Hangat

Semangat Sosial Zeffry Warnai Setiap Program GEMIRA Lampung

Semangat Sosial Zeffry Warnai Setiap Program GEMIRA Lampung

Sidang PT LEB Molor Beberapa Jam Sebelum Resmi Ditunda

Sidang PT LEB Molor Beberapa Jam Sebelum Resmi Ditunda

Majelis Hakim Dengarkan Keterangan Dirut dan Komisaris Lama PT LEB

Majelis Hakim Dengarkan Keterangan Dirut dan Komisaris Lama PT LEB

Sidang PT LEB Tertunda, Komisi Yudisial Tetap Lakukan Pemantauan

Sidang PT LEB Tertunda, Komisi Yudisial Tetap Lakukan Pemantauan

Dari Desa ke Desa

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Daridesakedesa.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga

© 2024 Daridesakedesa.com - All Right Reserved