• Redaksi
  • Tentang Kami
Friday, April 17, 2026
Dari Desa ke Desa
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga
No Result
View All Result
Dari Desa ke Desa
No Result
View All Result
Home Berita Desa

Jalan Berlubang dan Rusak Parah, Pemkot Diminta Fokus pada Kebutuhan Dasar

Melda by Melda
March 26, 2026
Jalan Berlubang dan Rusak Parah, Pemkot Diminta Fokus pada Kebutuhan Dasar

DARI DESA- Kondisi jalan rusak di sejumlah titik di Kota Bandar Lampung kembali menjadi sorotan publik. Keluhan masyarakat yang terus bermunculan dinilai sebagai sinyal kuat agar pemerintah kota segera memprioritaskan perbaikan infrastruktur dasar demi keselamatan dan kelancaran aktivitas warga.

Jalan Rusak Ganggu Mobilitas dan Keselamatan

Kerusakan jalan dilaporkan terjadi di sejumlah ruas strategis, seperti Jalan Pulau Damar Sukarame hingga Jalan Tirtaria Way Kandis. Jalan berlubang dan permukaan aspal yang rusak dinilai membahayakan pengendara, khususnya pemudik yang melintasi jalur tersebut.

Keluhan serupa juga muncul di ruas jalan depan pusat perbelanjaan Ramayana Tanjungkarang. Kondisi aspal yang terkelupas dan lubang besar di badan jalan memaksa pengendara untuk lebih berhati-hati, terutama saat melintas di tikungan.

BeritaTerkait

Kominfo Lampung di Tengah Isu Dana Media dan Pola Pemberitaan Seragam

Pansus LHP BPK DPRD Bandar Lampung Tindaklanjuti Temuan PTK Khusus Rp3,6 Miliar

Drainase Buruk Diduga Jadi Pemicu Utama Banjir Berulang Bandar Lampung

Puskada Soroti Jeda Waktu Janggal dalam Penanganan Kasus Honorer Metro

“Kalau tidak waspada bisa sangat berbahaya, apalagi saat malam hari,” ujar salah satu pengguna jalan.

Sorotan terhadap Kebijakan Anggaran

Kondisi infrastruktur jalan yang belum memadai memunculkan kritik terhadap kebijakan anggaran Pemerintah Kota Bandar Lampung. Sejumlah pihak menilai alokasi anggaran belum sepenuhnya menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat.

Sorotan publik mengarah pada rencana dan realisasi anggaran yang disebut mencapai puluhan miliar rupiah untuk pembangunan gedung instansi vertikal, serta program lain seperti kegiatan sosial dan wisata rohani.

Menurut pengamat kebijakan publik, pemerintah daerah perlu meninjau ulang prioritas anggaran agar lebih berpihak pada kebutuhan dasar masyarakat.

Transparansi Anggaran Jadi Tuntutan

Penggunaan anggaran hibah dan bantuan sosial juga menjadi perhatian. Publik menilai pengelolaan keuangan daerah harus dilakukan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran.

Hal ini penting untuk memastikan setiap program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam sektor infrastruktur.

Pemerintah Diminta Responsif

Dalam sejumlah pernyataan nasional, pemerintah pusat menegaskan bahwa kebutuhan dasar seperti jalan dan jembatan harus menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

“Untuk urusan dasar seperti jalan dan jembatan saja masyarakat masih harus mengeluh, ini menunjukkan ada yang perlu dibenahi dalam pengelolaan anggaran daerah,” ujar Presiden dalam forum diskusi nasional.

Hingga saat ini, Pemerintah Kota Bandar Lampung belum memberikan penjelasan resmi terkait kondisi jalan rusak maupun kritik yang disampaikan masyarakat.

Momentum Evaluasi bagi Pemkot

Kondisi ini diharapkan menjadi momentum evaluasi bagi pemerintah kota agar lebih responsif terhadap kebutuhan warga. Perbaikan jalan tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan, tetapi juga menyangkut keselamatan pengguna jalan dan kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat.

Masyarakat berharap perbaikan infrastruktur jalan dapat segera direalisasikan agar risiko kecelakaan dapat diminimalisasi dan mobilitas warga kembali lancar.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: anggaran daerahInfrastruktur Bandar Lampungjalan berlubangjalan rusak Bandar LampungPemkot Bandar Lampungperbaikan jalansukarame way kandis
ShareTweetSendShare
Previous Post

HIMATRA Lampung: Kritik Harus Membangun, Bukan Memecah

Next Post

Peta Kekuatan Berubah, NATO dan Iran Diduga Bersinergi di Tengah Krisis Energi

Related Posts

Kominfo Lampung di Tengah Isu Dana Media dan Pola Pemberitaan Seragam
Berita Desa

Kominfo Lampung di Tengah Isu Dana Media dan Pola Pemberitaan Seragam

April 17, 2026
Pansus LHP BPK DPRD Bandar Lampung Tindaklanjuti Temuan PTK Khusus Rp3,6 Miliar
Berita Desa

Pansus LHP BPK DPRD Bandar Lampung Tindaklanjuti Temuan PTK Khusus Rp3,6 Miliar

April 17, 2026
Drainase Buruk Diduga Jadi Pemicu Utama Banjir Berulang Bandar Lampung
Berita Desa

Drainase Buruk Diduga Jadi Pemicu Utama Banjir Berulang Bandar Lampung

April 17, 2026
Next Post
Peta Kekuatan Berubah, NATO dan Iran Diduga Bersinergi di Tengah Krisis Energi

Peta Kekuatan Berubah, NATO dan Iran Diduga Bersinergi di Tengah Krisis Energi

Muhammad Alfariezie Kritik Kebijakan Lewat Puisi Satir “Program Masuk Surga”

Muhammad Alfariezie Kritik Kebijakan Lewat Puisi Satir “Program Masuk Surga”

Polemik Hibah Yayasan, Pengawasan APBD Bandar Lampung Jadi Sorotan

Polemik Hibah Yayasan, Pengawasan APBD Bandar Lampung Jadi Sorotan

Way Kanan Jadi Sorotan, Tambang Ilegal dan Lemahnya Pengawasan

Way Kanan Jadi Sorotan, Tambang Ilegal dan Lemahnya Pengawasan

Tanggamus 29 Tahun, Dari Konsolidasi Menuju Akselerasi Pembangunan

Tanggamus 29 Tahun, Dari Konsolidasi Menuju Akselerasi Pembangunan

Dari Desa ke Desa

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Daridesakedesa.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga

© 2024 Daridesakedesa.com - All Right Reserved