DARI DESA — Ratusan rumah warga Desa Sukajaya Lempasing, Kecamatan Teluk Pandan, Kabupaten Pesawaran, terendam banjir, sementara akses jalan menuju Pasar Pelelangan Ikan (PPI) Lempasing dan kawasan wisata di Pesawaran lumpuh total akibat erosi yang terjadi sejak Sabtu pagi, 30 Agustus 2025. Bencana ini menyebabkan ribuan pengendara kesulitan melintasi ruas jalan yang penuh tumpukan material tanah dan bebatuan dari pegunungan setempat.
Wahyu, salah satu warga, menjelaskan bahwa erosi terjadi di ruas Jalan RE. Martadinata–Lempasing, tepat di depan PPI Lempasing dan Villa Gardenia, Way Tataan, Bandar Lampung. Banjir merendam ratusan rumah warga di Perum Sukajaya Darat Lempasing, Perum Waway, Kampung Ario, serta tanjakan Pematang Rinjing, setinggi 50 centimeter hingga 1 meter akibat luapan air yang menyempit dari aliran pegunungan.
“Erosi ini terjadi setelah hujan lebat sejak pagi, membawa material tanah dan bebatuan dari pegunungan, sehingga menimbulkan banjir dan menumpuk di ruas jalan. Akibatnya, ratusan pengendara kesulitan melintas, termasuk warga yang ingin ke PPI Lempasing maupun wisata Pesawaran,” ujar Wahyu, Sabtu siang.
Dampak bencana ini sangat terasa karena ruas jalan tersebut merupakan satu-satunya akses utama bagi masyarakat dan pengunjung wisata. Banyak pengendara yang terpaksa mengantri panjang atau memutar balik akibat tumpukan material yang menghalangi jalan. Warga berharap Pemerintah Kabupaten Pesawaran, Pemkot Bandar Lampung, dan Pemprov Lampung segera melakukan langkah koordinatif untuk mengatasi erosi pegunungan ini.
“Kejadian ini bukan pertama kali. Erosi sebelumnya terjadi pada Kamis, 27 Februari 2025, dan kini terulang lagi. Kami berharap ada pembangunan tata air yang baik agar aliran air hujan bisa dikendalikan, sehingga kejadian serupa tidak terulang,” tambah Wahyu.
Pantauan di lapangan menunjukkan ratusan warga bergotong royong membersihkan rumah mereka dari tumpukan tanah dan pasir. Warga juga membantu pengendara yang melintasi ruas jalan yang terendam banjir. Selain itu, tim gabungan dari Pemprov Lampung, Pemkab Pesawaran, Pemkot Bandar Lampung, serta TNI-Polri turun langsung ke lokasi untuk menyingkirkan material erosi, dibantu alat berat ekskavator dan kendaraan operasional dari Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung maupun Dinas PU-PR.
Erosi juga terjadi di depan Villa Gardenia, dekat Makam Kuburan China dan tugu perbatasan, sehingga akses jalan wisata lumpuh. Puluhan kendaraan harus mengantri panjang, dan beberapa pengendara memilih memutar balik karena tidak bisa melewati tumpukan tanah dan material.
Meski belum ada korban jiwa, kerugian materiil cukup besar. Ribuan warga terdampak, akses transportasi terganggu, serta aktivitas ekonomi di wilayah tersebut ikut terhambat. Warga berharap pemerintah tidak hanya menanggulangi dampak jangka pendek, tetapi juga merencanakan mitigasi bencana yang lebih sistematis untuk mencegah bencana serupa di masa depan.***








