DARI DESA — Suasana hangat namun penuh ketegasan tampak menyelimuti konsolidasi PA GMNI Lampung Barat yang digelar di Liwa. Dalam pertemuan itu, para alumni menegaskan satu hal: sudah saatnya PA GMNI kembali menjadi kekuatan perubahan yang berdiri paling depan membela kepentingan masyarakat.
Konsolidasi ini bukan sekadar rutinitas organisasi. Pertemuan tersebut menjadi titik balik yang menghidupkan kembali semangat perjuangan dan mempertegas arah gerakan alumni di daerah. Dengan agenda pematangan program kerja, para alumni memastikan bahwa PA GMNI Lampung Barat siap melakukan loncatan besar dalam berbagai bidang.
Diskusi berlangsung dinamis. Para pengurus membedah kondisi masyarakat secara detail — mulai dari problem hukum yang tak terjangkau warga kecil, pendidikan politik yang masih lemah, hingga rendahnya akses terhadap ruang literasi dan kebudayaan. Semua persoalan ini diidentifikasi sebagai PR besar yang harus dijawab melalui gerakan nyata.
PA GMNI merumuskan sejumlah program strategis untuk menjawab tantangan tersebut. Advokasi hukum berbasis kecamatan, pusat studi demokrasi untuk edukasi publik, hingga penguatan nilai marhaenisme menjadi agenda prioritas yang siap digerakkan. Para alumni meyakini, daerah membutuhkan organisasi yang tidak hanya hadir dalam wacana, tetapi tampil sebagai solusi.
“Kalau bicara gerakan, kita bicara dampak. PA GMNI harus menjadi bagian dari solusi, bukan sekadar penonton,” ujar salah satu tokoh yang hadir dalam pertemuan itu.
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa PA GMNI Lampung Barat tengah mempersiapkan momentum kebangkitan besar. Dengan konsolidasi yang semakin solid dan program yang semakin jelas arah geraknya, organisasi ini berkomitmen untuk terus bekerja di akar rumput dan membawa manfaat langsung bagi masyarakat.
Pada akhirnya, PA GMNI Lampung Barat menegaskan bahwa mereka akan terus bergerak, terus berkarya, dan terus hadir dalam setiap ruang pengabdian — sebagai wujud nyata cita-cita perjuangan kaum marhaen.***







