• Redaksi
  • Tentang Kami
Friday, March 13, 2026
Dari Desa ke Desa
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga
No Result
View All Result
Dari Desa ke Desa
No Result
View All Result
Home Berita Desa

Lubang Jalan Mengintai, Warga Minta Bunda Eva Turun Langsung ke Lapangan

Melda by Melda
February 6, 2026
Lubang Jalan Mengintai, Warga Minta Bunda Eva Turun Langsung ke Lapangan

DARI DESA- Keluhan warga soal jalan rusak kian mengemuka di Bandar Lampung. Di tengah risiko kecelakaan yang mengintai pengendara, terutama roda dua, publik mulai mempertanyakan komitmen Wali Kota Eva Dwiana terhadap warisan kebijakan jalan mulus era Herman HN.

 Jalan Rusak Mengusik Kenangan “Jalan Mulus”

Jejak kepemimpinan Herman HN selama dua periode masih lekat di ingatan warga Bandar Lampung, khususnya terkait program perbaikan dan pemeliharaan jalan. Saat itu, jalan mulus menjadi identitas kota. Kini, kondisi di lapangan dinilai berbeda.

Di sejumlah titik, jalan berlubang dan permukaan aspal mengelupas dikeluhkan membahayakan pengguna jalan. Pengendara roda dua paling rentan, karena harus mengerem mendadak atau menghindari lubang yang muncul tiba-tiba di tengah jalur.

BeritaTerkait

Pertemuan dengan Natalius Pigai Jadi Momentum Soroti Kasus SMA Siger

Keamanan Terdakwa Jadi Isu dalam Sidang Dugaan Korupsi SPAM Pesawaran

Dua Saksi Hadir di Sidang PT LEB, Fahrizal Darminto Berhalangan Datang

Hubungan Pemkot Bandar Lampung dan Pemprov Lampung Disorot Pasca Banjir

“Kalau malam atau hujan, lubangnya enggak kelihatan. Sekali lengah, bisa jatuh,” ujar Andi, pengendara motor yang setiap hari melintas di pusat kota.

Risiko Nyata bagi Pengendara

Kondisi jalan rusak Bandar Lampung bukan sekadar persoalan estetika kota. Lubang yang dalam dan tersebar berpotensi menyebabkan kecelakaan beruntun. Pengendara yang mendadak mengerem untuk menghindari lubang bisa ditabrak dari belakang. Jika roda depan menghantam lubang, pengendara bisa terpelanting dan kembali terancam kendaraan lain.

“Ini bukan cuma soal nyaman atau tidak, tapi soal keselamatan,” kata Rina, warga Tanjung Karang.

Warga Bandingkan dengan Era Herman HN

Pertanyaan warga mengarah pada satu hal: apakah Eva Dwiana masih menjadikan kebijakan jalan mulus sebagai prioritas? Perbandingan dengan era Herman HN pun tak terelakkan. Saat debat Pilkada lalu, publik masih ingat bagaimana Eva Dwiana menyinggung pentingnya turun langsung melihat kondisi jalan kota.

Kini, warga justru berharap wali kota kembali rutin berkeliling, memastikan kondisi jalan tetap layak. “Dulu Bunda bilang calon lain kurang turun ke lapangan. Sekarang kami berharap Bunda sendiri yang sering lihat kondisi jalan,” ujar seorang warga Susunan Baru.

Titik Jalan Rusak yang Dikeluhkan

Beberapa lokasi yang banyak disorot warga antara lain sepanjang Jalan Kepodang, Kelurahan Susunan Baru, ruas Goa Jajar hingga pertigaan lampu merah Tamin, serta sekitar kawasan Ramayana Tanjung Karang. Di titik-titik ini, lubang jalan dinilai cukup besar dan dalam.

Keluhan muncul bukan tanpa alasan. Kawasan tersebut merupakan jalur padat lalu lintas, sehingga kerusakan jalan berpotensi berdampak luas.

Subjudul: Harapan Warga pada Kepemimpinan Eva Dwiana
Warga berharap Pemkot Bandar Lampung segera melakukan perbaikan menyeluruh dan berkelanjutan. Bagi mereka, menjaga kualitas jalan berarti menjaga keselamatan dan melanjutkan legacy pembangunan kota.

“Kami cuma ingin jalan aman seperti dulu. Itu saja,” kata Andi.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: Eva DwianaHerman HNinfrastruktur kotajalan rusak Bandar Lampungkeselamatan pengendaralegacy jalan mulus
ShareTweetSendShare
Previous Post

Sekolah Terbuka Lampung, Solusi Inovatif untuk Menekan Angka Putus Sekolah

Next Post

Disdikbud Lampung Dinilai Lamban, Nasib Siswa SMA Siger Menggantung

Related Posts

Pertemuan dengan Natalius Pigai Jadi Momentum Soroti Kasus SMA Siger
Berita Desa

Pertemuan dengan Natalius Pigai Jadi Momentum Soroti Kasus SMA Siger

March 11, 2026
Keamanan Terdakwa Jadi Isu dalam Sidang Dugaan Korupsi SPAM Pesawaran
Berita Desa

Keamanan Terdakwa Jadi Isu dalam Sidang Dugaan Korupsi SPAM Pesawaran

March 10, 2026
Dua Saksi Hadir di Sidang PT LEB, Fahrizal Darminto Berhalangan Datang
Berita Desa

Dua Saksi Hadir di Sidang PT LEB, Fahrizal Darminto Berhalangan Datang

March 10, 2026
Next Post
Disdikbud Lampung Dinilai Lamban, Nasib Siswa SMA Siger Menggantung

Disdikbud Lampung Dinilai Lamban, Nasib Siswa SMA Siger Menggantung

Dari Koperasi Guru hingga Sekolah Gratis, Janji yang Berujung Masalah

Dari Koperasi Guru hingga Sekolah Gratis, Janji yang Berujung Masalah

Pengurusan Aset Yayasan oleh Pejabat Pemkot, LSM Minta Aparat Turun Tangan

Pengurusan Aset Yayasan oleh Pejabat Pemkot, LSM Minta Aparat Turun Tangan

SMA Siger Terhambat Izin, Asroni Paslah: Jangan Paksa Kebijakan Bermasalah

Satu Sekolah, Miliaran Rupiah: Arah Kebijakan Pendidikan Bandar Lampung Dikritik

Dari Alegori ke Realitas: SMA Siger dan Bahaya Kebijakan yang Terburu-buru

Dari Alegori ke Realitas: SMA Siger dan Bahaya Kebijakan yang Terburu-buru

Dari Desa ke Desa

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Daridesakedesa.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga

© 2024 Daridesakedesa.com - All Right Reserved