• Redaksi
  • Tentang Kami
Wednesday, March 11, 2026
Dari Desa ke Desa
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga
No Result
View All Result
Dari Desa ke Desa
No Result
View All Result
Home Berita Desa

Satu Sekolah, Miliaran Rupiah: Arah Kebijakan Pendidikan Bandar Lampung Dikritik

Melda by Melda
February 6, 2026
SMA Siger Terhambat Izin, Asroni Paslah: Jangan Paksa Kebijakan Bermasalah

DARI DESA- Di tengah duka yang menyelimuti siswa-siswi di NTT, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana menuai kritik keras karena mengalokasikan anggaran sangat besar hanya untuk satu sekolah swasta, yakni SMA Siger. Langkah ini dianggap kontroversial, mengingat banyak anak-anak rentan lainnya yang masih membutuhkan dukungan pendidikan dan perlindungan sosial.

Ambisi Tinggi, Fokus Terbatas

Sejak awal, Wali Kota Eva Dwiana telah menyalurkan Rp350 juta untuk SMA Siger. Kontroversi semakin meningkat setelah muncul rencana penggunaan APBD tambahan sebesar Rp5 miliar, dan bahkan diproyeksikan mencapai Rp10 miliar pada tahun 2027, hanya untuk satu yayasan.

Risiko Perluasan Anggaran Masif

Analisis menunjukkan, jika ambisi ini meluas ke seluruh kecamatan, pengeluaran bisa mencapai ratusan miliar rupiah. Satu sekolah dengan kapasitas sekitar 100 siswa memerlukan dana besar, sehingga membangun SMA Siger di setiap kecamatan akan membebani keuangan daerah secara signifikan.

BeritaTerkait

Pertemuan dengan Natalius Pigai Jadi Momentum Soroti Kasus SMA Siger

Keamanan Terdakwa Jadi Isu dalam Sidang Dugaan Korupsi SPAM Pesawaran

Dua Saksi Hadir di Sidang PT LEB, Fahrizal Darminto Berhalangan Datang

Hubungan Pemkot Bandar Lampung dan Pemprov Lampung Disorot Pasca Banjir

Pemerataan Pendidikan yang Terabaikan

Sementara itu, pemerintah pusat telah menyediakan sekolah negeri bagi masyarakat luas, dan Pemerintah Provinsi Lampung berencana meluncurkan Sekolah Terbuka yang inklusif, fleksibel, dan adaptif. Ahli pendidikan menilai alokasi besar hanya pada satu yayasan tidak mencerminkan prinsip pemerataan pendidikan.

Alternatif Model Pendidikan Efisien

Pakar pendidikan menyarankan agar Pemkot Bandar Lampung mengadopsi model pendidikan Jawa Barat yang dipelopori Gubernur Dedi Mulyadi. Strategi ini memberdayakan SMA dan SMK swasta yang sudah ada, tanpa perlu membuka sekolah baru, sehingga pemerataan pendidikan lebih optimal dan biaya lebih efisien. Model ini mendapat sambutan positif dari Komisi 4 DPRD Kota Bandar Lampung.

Konteks Sosial dan Kemanusiaan

Kasus tragis siswa SD di NTT yang melakukan bunuh diri menjadi pengingat pentingnya fokus pada anak-anak rentan di seluruh Indonesia, termasuk mereka yang tinggal di Kota Bandar Lampung. Dengan angka kemiskinan mencapai 6,9% pada 2025, masih banyak keluarga yang kesulitan memenuhi kebutuhan pendidikan dasar anak-anak mereka.

Pertimbangan Hukum dan Regulasi

Wali Kota seharusnya menyesuaikan program pendidikan dengan regulasi yang berlaku. Pemprov Lampung memiliki kewenangan untuk menekan angka putus sekolah sesuai peraturan perundang-undangan. Fokus anggaran terlalu besar pada satu yayasan berpotensi menimbulkan masalah legalitas dan ketidakefisienan penggunaan APBD.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: Anggaran APBDBandar LampungDPRDEva Dwianakemiskinanpemerataan pendidikanPendidikansekolah swastasiswa NTTSMA SIGER
ShareTweetSendShare
Previous Post

Pengurusan Aset Yayasan oleh Pejabat Pemkot, LSM Minta Aparat Turun Tangan

Next Post

Dari Alegori ke Realitas: SMA Siger dan Bahaya Kebijakan yang Terburu-buru

Related Posts

Pertemuan dengan Natalius Pigai Jadi Momentum Soroti Kasus SMA Siger
Berita Desa

Pertemuan dengan Natalius Pigai Jadi Momentum Soroti Kasus SMA Siger

March 11, 2026
Keamanan Terdakwa Jadi Isu dalam Sidang Dugaan Korupsi SPAM Pesawaran
Berita Desa

Keamanan Terdakwa Jadi Isu dalam Sidang Dugaan Korupsi SPAM Pesawaran

March 10, 2026
Dua Saksi Hadir di Sidang PT LEB, Fahrizal Darminto Berhalangan Datang
Berita Desa

Dua Saksi Hadir di Sidang PT LEB, Fahrizal Darminto Berhalangan Datang

March 10, 2026
Next Post
Dari Alegori ke Realitas: SMA Siger dan Bahaya Kebijakan yang Terburu-buru

Dari Alegori ke Realitas: SMA Siger dan Bahaya Kebijakan yang Terburu-buru

Masjid Raya Al Jabbar Jadi Tujuan, Wisata Rohani Pensiunan ASN Pemkot Dipertanyakan

Masjid Raya Al Jabbar Jadi Tujuan, Wisata Rohani Pensiunan ASN Pemkot Dipertanyakan

Dampak Kebijakan Wali Kota, DAU Bandar Lampung Diduga Tak Cair Maksimal

Dampak Kebijakan Wali Kota, DAU Bandar Lampung Diduga Tak Cair Maksimal

Dana Tidak Terduga Kota Bandar Lampung Kosong, ASN dan Warga Khawatir Kesiapan Bencana

Dana Tidak Terduga Kota Bandar Lampung Kosong, ASN dan Warga Khawatir Kesiapan Bencana

Rp5,9 Miliar untuk Kejati Lampung Diduga Dibayarkan Tanpa Review Inspektorat dan BPK

Rp5,9 Miliar untuk Kejati Lampung Diduga Dibayarkan Tanpa Review Inspektorat dan BPK

Dari Desa ke Desa

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Daridesakedesa.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga

© 2024 Daridesakedesa.com - All Right Reserved