• Redaksi
  • Tentang Kami
Wednesday, April 22, 2026
Dari Desa ke Desa
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga
No Result
View All Result
Dari Desa ke Desa
No Result
View All Result
Home Berita Desa

Banjir Bandar Lampung: Antara Infrastruktur Jalan dan Nasib Warga

Melda by Melda
April 16, 2026
Banjir Bandar Lampung: Antara Infrastruktur Jalan dan Nasib Warga

DARI DESA- Kebijakan penanganan banjir yang diwacanakan Eva Dwiana kembali menuai kritik. Rencana meninggikan jalan di sejumlah titik yang mengalami cekungan dinilai tidak menyentuh akar persoalan, bahkan berpotensi memperburuk kondisi masyarakat.

Kritik tersebut disampaikan Panglima Ladam, Misrul, yang mempertanyakan arah kebijakan tersebut. Ia menilai langkah meninggikan badan jalan justru dapat berdampak negatif bagi warga yang rumahnya berada lebih rendah dari permukaan jalan.

“Kalau jalan ditinggikan, rumah warga yang lebih rendah akan jadi tempat tampungan air. Ini bukan solusi, malah menambah masalah,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).

BeritaTerkait

Wali Murid Bingung, Budaya “Terima Kasih” Diduga Jadi Pungli

Desakan ke PTPN IV Menguat, Warga Padang Ratu Siap Tempuh Audiensi

Dinamika Jabatan dan Anggaran Miliaran Jadi Sorotan di Pemkot Bandar Lampung

Panji Padang Ratu Ingatkan Sanksi Jika PTPN Abaikan Kewajiban Plasma

Menurutnya, persoalan utama banjir di wilayah perkotaan seperti Bandar Lampung bukan terletak pada tinggi rendahnya jalan, melainkan pada buruknya sistem drainase. Ia menegaskan bahwa solusi yang lebih tepat adalah melakukan pelebaran, pendalaman, serta perawatan rutin saluran air.

“Drainase itu kunci. Harus diperlebar, diperdalam, dan dibersihkan secara rutin. Kalau aliran air lancar, banjir bisa diminimalisir,” tegasnya.

Wacana peninggian jalan sendiri sebelumnya disebut sebagai langkah antisipatif terhadap genangan air di titik-titik rawan banjir. Namun, kebijakan tersebut kini memicu perdebatan karena dinilai tidak mempertimbangkan dampak terhadap lingkungan permukiman warga.

Sejumlah pihak menilai, penanganan banjir seharusnya dilakukan secara komprehensif dengan memperhatikan tata ruang, sistem resapan air, serta keberadaan ruang terbuka hijau (RTH) yang memadai.

Selain itu, pendekatan teknis seperti normalisasi drainase dan pengendalian aliran air dinilai jauh lebih efektif dibandingkan langkah instan yang berpotensi menimbulkan masalah baru.

Hingga saat ini, persoalan banjir di Bandar Lampung masih menjadi pekerjaan rumah besar pemerintah daerah. Diperlukan kebijakan yang matang, terukur, dan berbasis kebutuhan masyarakat agar solusi yang diambil tidak justru menjadi sumber persoalan baru di kemudian hari.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: Banjir Bandar LampungDrainaseEva Dwianainfrastruktur kotaKebijakan PublikLampungTata Kota
ShareTweetSendShare
Previous Post

Arinal Disorot dalam Kasus LEB, Kejati Diminta Bertindak Tegas

Next Post

Kebijakan Tanpa Prioritas, Banjir Jadi Harga yang Harus Dibayar Warga

Related Posts

Wali Murid Bingung, Budaya “Terima Kasih” Diduga Jadi Pungli
Berita Desa

Wali Murid Bingung, Budaya “Terima Kasih” Diduga Jadi Pungli

April 22, 2026
Desakan ke PTPN IV Menguat, Warga Padang Ratu Siap Tempuh Audiensi
Berita Desa

Desakan ke PTPN IV Menguat, Warga Padang Ratu Siap Tempuh Audiensi

April 22, 2026
Dinamika Jabatan dan Anggaran Miliaran Jadi Sorotan di Pemkot Bandar Lampung
Berita Desa

Dinamika Jabatan dan Anggaran Miliaran Jadi Sorotan di Pemkot Bandar Lampung

April 22, 2026
Next Post

Kebijakan Tanpa Prioritas, Banjir Jadi Harga yang Harus Dibayar Warga

Agus Widodo Diduga Abaikan Keterbukaan Informasi di Tengah Krisis Banjir

Agus Widodo Diduga Abaikan Keterbukaan Informasi di Tengah Krisis Banjir

Puskada Soroti Jeda Waktu Janggal dalam Penanganan Kasus Honorer Metro

Puskada Soroti Jeda Waktu Janggal dalam Penanganan Kasus Honorer Metro

Sidang Tepat Waktu Dinilai Pengaruhi Jawaban Saksi, Pembelaan Menguat

Sidang Tepat Waktu Dinilai Pengaruhi Jawaban Saksi, Pembelaan Menguat

Drainase Buruk Diduga Jadi Pemicu Utama Banjir Berulang Bandar Lampung

Drainase Buruk Diduga Jadi Pemicu Utama Banjir Berulang Bandar Lampung

Dari Desa ke Desa

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Daridesakedesa.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga

© 2024 Daridesakedesa.com - All Right Reserved