• Redaksi
  • Tentang Kami
Thursday, May 14, 2026
Dari Desa ke Desa
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga
No Result
View All Result
Dari Desa ke Desa
No Result
View All Result
Home Berita Desa

Banjir Bandar Lampung: Antara Infrastruktur Jalan dan Nasib Warga

Melda by Melda
April 16, 2026
Banjir Bandar Lampung: Antara Infrastruktur Jalan dan Nasib Warga

DARI DESA- Kebijakan penanganan banjir yang diwacanakan Eva Dwiana kembali menuai kritik. Rencana meninggikan jalan di sejumlah titik yang mengalami cekungan dinilai tidak menyentuh akar persoalan, bahkan berpotensi memperburuk kondisi masyarakat.

Kritik tersebut disampaikan Panglima Ladam, Misrul, yang mempertanyakan arah kebijakan tersebut. Ia menilai langkah meninggikan badan jalan justru dapat berdampak negatif bagi warga yang rumahnya berada lebih rendah dari permukaan jalan.

“Kalau jalan ditinggikan, rumah warga yang lebih rendah akan jadi tempat tampungan air. Ini bukan solusi, malah menambah masalah,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).

BeritaTerkait

Polemik SMA Siger Belum Usai, Dugaan Penggunaan Aset Pemerintah Jadi Sorotan Publik

Hakim Pertanyakan Dua SK Pengelola PI 10 Persen, Arinal Malah Beri Jawaban Panjang

Dugaan Penyimpangan Dana PI Rp271 Miliar, Nama Mantan Gubernur Terseret

Pendidikan Lampung Didorong Lebih Adil, SPMB 2026 Tanpa Titipan Murid

Menurutnya, persoalan utama banjir di wilayah perkotaan seperti Bandar Lampung bukan terletak pada tinggi rendahnya jalan, melainkan pada buruknya sistem drainase. Ia menegaskan bahwa solusi yang lebih tepat adalah melakukan pelebaran, pendalaman, serta perawatan rutin saluran air.

“Drainase itu kunci. Harus diperlebar, diperdalam, dan dibersihkan secara rutin. Kalau aliran air lancar, banjir bisa diminimalisir,” tegasnya.

Wacana peninggian jalan sendiri sebelumnya disebut sebagai langkah antisipatif terhadap genangan air di titik-titik rawan banjir. Namun, kebijakan tersebut kini memicu perdebatan karena dinilai tidak mempertimbangkan dampak terhadap lingkungan permukiman warga.

Sejumlah pihak menilai, penanganan banjir seharusnya dilakukan secara komprehensif dengan memperhatikan tata ruang, sistem resapan air, serta keberadaan ruang terbuka hijau (RTH) yang memadai.

Selain itu, pendekatan teknis seperti normalisasi drainase dan pengendalian aliran air dinilai jauh lebih efektif dibandingkan langkah instan yang berpotensi menimbulkan masalah baru.

Hingga saat ini, persoalan banjir di Bandar Lampung masih menjadi pekerjaan rumah besar pemerintah daerah. Diperlukan kebijakan yang matang, terukur, dan berbasis kebutuhan masyarakat agar solusi yang diambil tidak justru menjadi sumber persoalan baru di kemudian hari.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: Banjir Bandar LampungDrainaseEva Dwianainfrastruktur kotaKebijakan PublikLampungTata Kota
ShareTweetSendShare
Previous Post

Arinal Disorot dalam Kasus LEB, Kejati Diminta Bertindak Tegas

Next Post

Kebijakan Tanpa Prioritas, Banjir Jadi Harga yang Harus Dibayar Warga

Related Posts

Polemik SMA Siger Belum Usai, Dugaan Penggunaan Aset Pemerintah Jadi Sorotan Publik
Berita Desa

Polemik SMA Siger Belum Usai, Dugaan Penggunaan Aset Pemerintah Jadi Sorotan Publik

May 14, 2026
Hakim Pertanyakan Dua SK Pengelola PI 10 Persen, Arinal Malah Beri Jawaban Panjang
Berita Desa

Hakim Pertanyakan Dua SK Pengelola PI 10 Persen, Arinal Malah Beri Jawaban Panjang

May 13, 2026
Dugaan Penyimpangan Dana PI Rp271 Miliar, Nama Mantan Gubernur Terseret
Berita Desa

Dugaan Penyimpangan Dana PI Rp271 Miliar, Nama Mantan Gubernur Terseret

May 12, 2026
Next Post

Kebijakan Tanpa Prioritas, Banjir Jadi Harga yang Harus Dibayar Warga

Agus Widodo Diduga Abaikan Keterbukaan Informasi di Tengah Krisis Banjir

Agus Widodo Diduga Abaikan Keterbukaan Informasi di Tengah Krisis Banjir

Puskada Soroti Jeda Waktu Janggal dalam Penanganan Kasus Honorer Metro

Puskada Soroti Jeda Waktu Janggal dalam Penanganan Kasus Honorer Metro

Sidang Tepat Waktu Dinilai Pengaruhi Jawaban Saksi, Pembelaan Menguat

Sidang Tepat Waktu Dinilai Pengaruhi Jawaban Saksi, Pembelaan Menguat

Drainase Buruk Diduga Jadi Pemicu Utama Banjir Berulang Bandar Lampung

Drainase Buruk Diduga Jadi Pemicu Utama Banjir Berulang Bandar Lampung

Dari Desa ke Desa

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Daridesakedesa.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga

© 2024 Daridesakedesa.com - All Right Reserved