• Redaksi
  • Tentang Kami
Monday, February 9, 2026
Dari Desa ke Desa
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga
No Result
View All Result
Dari Desa ke Desa
No Result
View All Result
Home Pendidikan & Literasi

Skandal SMA Siger Bandar Lampung: “The Killer Policy” Menguak Kekacauan Regulasi dan Etika Pemerintahan

Melda by Melda
October 20, 2025
Skandal SMA Siger Bandar Lampung: “The Killer Policy” Menguak Kekacauan Regulasi dan Etika Pemerintahan

DARI DESA– Publik Lampung tengah diguncang kontroversi SMA swasta Siger, sekolah yang kini dikenal sebagai The Killer Policy, yang diduga ilegal dan melibatkan praktik administrasi bermasalah. Sekolah ini dibangun di bawah inisiasi Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, dan menimbulkan pertanyaan besar soal integritas pemerintahan daerah serta pengawasan regulasi pendidikan di provinsi ini.

Perda Nomor 9 Tahun 2016 jelas menyatakan bahwa pengelolaan dan penerbitan izin sekolah menengah berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi, bukan kota atau kabupaten. Namun, praktik di lapangan menunjukkan adanya penyelenggaraan SMA Siger tanpa koordinasi resmi dengan pemerintah provinsi, bahkan Dewan Pendidikan Lampung sebagai lembaga independen hanya menjadi penonton dalam kasus ini.

DPRD Kota Bandar Lampung Diduga Ikut Memfasilitasi
Sidak ke SMA Siger justru dilakukan oleh pimpinan DPRD kota. Ketua Komisi IV DPRD Bandar Lampung, Asroni Paslah, dan Ketua DPRD Kota Bernas, terlihat enggan memberikan klarifikasi resmi terkait kegiatan sekolah, termasuk praktik jual beli modul yang seharusnya dilarang. Keengganan ini menimbulkan tanda tanya besar publik: mengapa DPRD kota mendukung sekolah yang melanggar Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional?

BeritaTerkait

Ketika Regulasi Kalah oleh Kedekatan

Dua Jam Latihan, Penampilan Nadini Apriati Lampaui Ekspektasi Juri dan Penonton

Smartboard Baru Dinikmati 929 Sekolah, Kesenjangan Digital Pendidikan Lampung Terbuka

Pembayaran Honor Guru SMA Swasta Siger Tuai Polemik di DPRD

Pemerintah Provinsi Lampung Terlihat Diam
Ketua Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Yanuar Irawan, juga belum menanggapi permohonan klarifikasi soal SMA Siger. Padahal, rapat dengar pendapat sebelumnya yang melibatkan puluhan kepala sekolah swasta dan anggota DPRD provinsi diharapkan mampu menindaklanjuti keluhan soal mal administrasi sekolah ini. Sayangnya, pertemuan tersebut tidak menghasilkan tindakan nyata dan hanya menghabiskan anggaran negara.

Kontroversi Jual Beli Modul dan MBG Ilegal
Selain masalah izin, SMA Siger tercatat melakukan praktik jual beli modul kepada peserta didik, yang seharusnya dilarang. Sekolah ini juga menerima jatah MBG (Bantuan Operasional Sekolah Madrasah/ Sekolah) tanpa melalui prosedur resmi dapodik Kemendikbud, yang menimbulkan pertanyaan serius mengenai legalitas penggunaan dana publik.

Kepemilikan dan Pengelolaan Yayasan Masih Misterius
Publik dan wali murid masih bingung mengenai pengurus yayasan SMA Siger. Beberapa pihak menyebut Khaidirsyah sebagai ketua, sementara ada klaim lain yang menyatakan mantan Kadis Pendidikan Kota Metro terlibat. Fakta yang pasti, SMA Siger terselenggara menggunakan aliran dana dan aset pemerintah kota atas inisiasi Wali Kota Eva Dwiana, didukung oleh DPRD kota, namun seolah “mengabaikan” aturan yang diatur di tingkat provinsi.

Laporan ke Polda Lampung Tidak Menemukan Tindakan
Masyarakat telah melaporkan kasus ini ke Polda Lampung, namun laporan tersebut diubah menjadi Dumas dengan alasan Lex Spesialis. Hingga kini, belum ada tindak lanjut nyata, membuat publik mempertanyakan keberanian aparat menindak sekolah ilegal yang diduga melanggar Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

SMA Siger kini menjadi simbol krisis etika dan pengawasan di Lampung. Kasus ini menyoroti lemahnya koordinasi antar tingkat pemerintahan, kurangnya integritas pejabat publik, serta pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan pendidikan.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: DPRD_BandarLampungEvaDwianaMalAdministrasiSekolahPendidikanIlegalPerda9Tahun2016PoldaLampungSkandalPendidikanLampungSMA_SigerTheKillerPolicyTransparansiPendidikan
ShareTweetSendShare
Previous Post

Administrasi Kesedihan: Puisi Muhammad Alfariezie Menjadi Cermin Luka Sosial dan Satire Realisme di Bandar Lampung

Next Post

Muhammad Alfariezie Gegerkan Dunia Sastra: “Anak Didik Tanpa Negara” Buka Mata Publik soal Krisis Moral Pendidikan

Related Posts

Ketika Regulasi Kalah oleh Kedekatan
Pendidikan & Literasi

Ketika Regulasi Kalah oleh Kedekatan

January 26, 2026
Dua Jam Latihan, Penampilan Nadini Apriati Lampaui Ekspektasi Juri dan Penonton
Pendidikan & Literasi

Dua Jam Latihan, Penampilan Nadini Apriati Lampaui Ekspektasi Juri dan Penonton

January 20, 2026
Smartboard Baru Dinikmati 929 Sekolah, Kesenjangan Digital Pendidikan Lampung Terbuka
Pendidikan & Literasi

Smartboard Baru Dinikmati 929 Sekolah, Kesenjangan Digital Pendidikan Lampung Terbuka

January 15, 2026
Next Post
Muhammad Alfariezie Gegerkan Dunia Sastra: “Anak Didik Tanpa Negara” Buka Mata Publik soal Krisis Moral Pendidikan

Muhammad Alfariezie Gegerkan Dunia Sastra: “Anak Didik Tanpa Negara” Buka Mata Publik soal Krisis Moral Pendidikan

Gema Puan Soroti 10% Kegagalan Pemerintahan Presiden Prabowo: Tiga Masalah Mendesak yang Harus Dievaluasi

Gema Puan Soroti 10% Kegagalan Pemerintahan Presiden Prabowo: Tiga Masalah Mendesak yang Harus Dievaluasi

SMP 13 Bandar Lampung Buming! Kisah Tragis Bullying yang Mengancam Masa Depan Remaja

SMP 13 Bandar Lampung Buming! Kisah Tragis Bullying yang Mengancam Masa Depan Remaja

Kasus Bullying di Bandar Lampung Bikin Heboh: Anak Terpaksa Putus Sekolah, Hotman Paris Turun Tangan!

Kasus Bullying di Bandar Lampung Bikin Heboh: Anak Terpaksa Putus Sekolah, Hotman Paris Turun Tangan!

Pendidikan Bandar Lampung Krisis Empati! Kasus Bullying di SMP Negeri Jadi Sorotan, Wali Kota dan Pengacara Hotman Paris Terlibat Perang Pernyataan

Pendidikan Bandar Lampung Krisis Empati! Kasus Bullying di SMP Negeri Jadi Sorotan, Wali Kota dan Pengacara Hotman Paris Terlibat Perang Pernyataan

Dari Desa ke Desa

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Daridesakedesa.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga

© 2024 Daridesakedesa.com - All Right Reserved