• Redaksi
  • Tentang Kami
Monday, April 13, 2026
Dari Desa ke Desa
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga
No Result
View All Result
Dari Desa ke Desa
No Result
View All Result
Home Berita Desa

Bantuan Korban Banjir Bandar Lampung Dinilai Tak Seimbang dengan Potensi Anggaran

Melda by Melda
March 10, 2026
Bantuan Korban Banjir Bandar Lampung Dinilai Tak Seimbang dengan Potensi Anggaran

DARI DESA- Penanganan dampak banjir di Bandar Lampung menuai sorotan setelah muncul perhitungan bahwa setiap kepala keluarga (KK) terdampak seharusnya berpotensi menerima bantuan hingga Rp5 juta dan 100 kilogram beras jika merujuk pada besaran Dana Tak Terduga (DTT) yang dimiliki pemerintah kota.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, jumlah penerima bantuan banjir di Bandar Lampung tidak sampai ribuan KK. Dengan kondisi tersebut, anggaran DTT yang disebut mencapai Rp6 miliar dinilai secara matematis memungkinkan untuk memberikan bantuan lebih besar kepada warga terdampak.

Sorotan penggunaan dana tak terduga

Seorang pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Bandar Lampung menyebutkan bahwa pemerintah daerah sebenarnya memiliki Dana Tak Terduga sekitar Rp6 miliar yang dialokasikan untuk penanganan bencana.

BeritaTerkait

GEMA PUAN Tegaskan Pentingnya Evaluasi Sistem, Pemilu Ulang 2027 Diusulkan

Dugaan Skandal PT LEB Diuji di Sidang, Saksi Sebut Proses Sudah Sesuai Aturan

Delapan Media Diserang Siber, Pengelola Sebut Belum Sampai Lumpuh Total

Pererat Silaturahmi, Kantor Pertanahan Tanggamus Gelar Halal Bihalal

Banjir yang terjadi pada Jumat 6 Maret hingga Sabtu 7 Maret 2026 diketahui menimbulkan kerusakan di sejumlah wilayah serta menyebabkan tiga korban jiwa.

Namun sumber tersebut juga mengungkapkan bahwa anggaran Dana Tak Terduga tersebut sebelumnya telah digunakan untuk kegiatan Apeksi Outlook pada Desember 2025. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran jika sewaktu-waktu terjadi bencana di Bandar Lampung.

“Dana tak terduga itu sebelumnya sudah terpakai untuk kegiatan Apeksi Outlook. Jadi ketika bencana datang, kondisi anggaran menjadi terbatas,” ungkap sumber tersebut.

Bantuan yang diterima warga dinilai minim

Saat banjir melanda pada awal Maret 2026, bantuan yang diberikan kepada warga terdampak dilaporkan berupa dana pembersihan rumah sebesar Rp1 juta serta bantuan beras sebanyak 10 kilogram per kepala keluarga.

Besaran bantuan tersebut kemudian menjadi bahan perbincangan publik karena dianggap tidak sebanding dengan dampak kerusakan yang dialami warga akibat banjir.

Permintaan klarifikasi dari pemerintah kota

Terkait penggunaan Dana Tak Terduga tersebut, redaksi sebelumnya telah melayangkan permohonan konfirmasi kepada Pelaksana Harian Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kota Bandar Lampung, Desti Mega Putri.

Namun hingga berita ini ditulis, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan atas permintaan konfirmasi tersebut. Permintaan klarifikasi juga pernah diajukan kepada mantan Kepala BKAD Bandar Lampung, Zakky Irawan, namun belum memperoleh jawaban.

Redaksi masih membuka ruang bagi Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk memberikan penjelasan resmi terkait pengelolaan Dana Tak Terduga serta mekanisme penyaluran bantuan kepada warga terdampak banjir.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: anggaran bencana Bandar LampungBanjir Bandar Lampungbantuan banjir Bandar Lampungbantuan korban banjir Lampungdana tak terduga Pemkot Bandar Lampung
ShareTweetSendShare
Previous Post

Banjir Bandar Lampung Berulang, Kebijakan Infrastruktur Pemkot Jadi Sorotan

Next Post

Polda Lampung Libatkan Ahli Kemendikbud, Penyelidikan SMA Siger Terus Bergulir

Related Posts

GEMA PUAN Tegaskan Pentingnya Evaluasi Sistem, Pemilu Ulang 2027 Diusulkan
Berita Desa

GEMA PUAN Tegaskan Pentingnya Evaluasi Sistem, Pemilu Ulang 2027 Diusulkan

April 12, 2026
Pertanyaan Dirut PT LEB Ungkap Realita BUMD dalam Bisnis Migas
Berita Desa

Dugaan Skandal PT LEB Diuji di Sidang, Saksi Sebut Proses Sudah Sesuai Aturan

April 12, 2026
Delapan Media Diserang Siber, Pengelola Sebut Belum Sampai Lumpuh Total
Berita Desa

Delapan Media Diserang Siber, Pengelola Sebut Belum Sampai Lumpuh Total

April 9, 2026
Next Post
Polda Lampung Libatkan Ahli Kemendikbud, Penyelidikan SMA Siger Terus Bergulir

Polda Lampung Libatkan Ahli Kemendikbud, Penyelidikan SMA Siger Terus Bergulir

Hubungan Pemkot Bandar Lampung dan Pemprov Lampung Disorot Pasca Banjir

Hubungan Pemkot Bandar Lampung dan Pemprov Lampung Disorot Pasca Banjir

Dua Saksi Hadir di Sidang PT LEB, Fahrizal Darminto Berhalangan Datang

Dua Saksi Hadir di Sidang PT LEB, Fahrizal Darminto Berhalangan Datang

Keamanan Terdakwa Jadi Isu dalam Sidang Dugaan Korupsi SPAM Pesawaran

Keamanan Terdakwa Jadi Isu dalam Sidang Dugaan Korupsi SPAM Pesawaran

Pertemuan dengan Natalius Pigai Jadi Momentum Soroti Kasus SMA Siger

Pertemuan dengan Natalius Pigai Jadi Momentum Soroti Kasus SMA Siger

Dari Desa ke Desa

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Daridesakedesa.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga

© 2024 Daridesakedesa.com - All Right Reserved