• Redaksi
  • Tentang Kami
Saturday, June 6, 2026
Dari Desa ke Desa
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga
No Result
View All Result
Dari Desa ke Desa
No Result
View All Result
Home Berita Desa

Prioritas Terbalik: Wisata Rohani Jalan, Banjir Dibiarkan

Melda by Melda
April 15, 2026
Prioritas Terbalik: Wisata Rohani Jalan, Banjir Dibiarkan

Editorial Redaksi

DARI DESA- Banjir yang kembali merendam Bandar Lampung hanya dalam hitungan satu bulan menjadi penanda jelas: kota ini sedang tidak baik-baik saja. Hujan beberapa jam saja cukup melumpuhkan aktivitas warga. Ini bukan semata persoalan cuaca, melainkan cermin dari arah pembangunan yang keliru.

Di bawah kepemimpinan Eva Dwiana, publik layak mempertanyakan prioritas anggaran. Dengan pengalaman panjang di pemerintahan, seharusnya kebijakan yang diambil mampu menjawab persoalan mendasar, bukan justru memperparah keadaan.

Alih-alih memperkuat infrastruktur pengendali banjir seperti drainase dan ruang resapan air, pembangunan justru terlihat lebih berorientasi pada proyek-proyek non-prioritas. Minimnya ruang terbuka hijau dan kawasan resapan menjadi salah satu penyebab utama kota ini semakin rentan terhadap genangan.

BeritaTerkait

Dari Ruang Redaksi ke Masa Pensiun: Perjuangan Menagih Hak yang Tertunda

Peletakan Batu Pertama Dilakukan Serentak, Empat Jembatan Perintis Garuda Mulai Dikerjakan

Isbedy 68 Tahun, Refleksi Hidup Lewat Dua Puisi Baru

Kasus Rp12 M DPRD Tanggamus: Laskar Lampung Minta Penegakan Hukum Tidak Tebang Pilih

Kebijakan penganggaran pun tak luput dari sorotan. Mulai dari dana hibah bernilai besar, program yang belum memiliki dasar regulasi kuat, hingga alokasi anggaran untuk kegiatan yang tidak berdampak langsung pada penanganan banjir. Hal ini memunculkan pertanyaan serius terkait transparansi dan akuntabilitas.

Di sisi lain, dugaan pengangkatan tenaga non-ASN dengan anggaran miliaran rupiah menambah daftar persoalan. Alih-alih memperkuat kapasitas perencanaan pembangunan, kebijakan tersebut dinilai belum mampu menghadirkan solusi konkret bagi kota yang kian rapuh menghadapi musim hujan.

Ironisnya, proyek-proyek pembangunan fisik yang bersifat kosmetik tetap berjalan. Infrastruktur yang mempercantik wajah kota tidak sebanding dengan kebutuhan mendesak warga akan rasa aman dari bencana banjir. Ketika air terus menggenangi rumah dan merenggut korban, prioritas pembangunan seharusnya berpihak pada keselamatan dan kualitas hidup masyarakat.

Hingga kini, publik juga belum mendapatkan penjelasan terbuka mengenai besaran anggaran khusus untuk penanganan banjir. Transparansi yang minim justru memperlebar jarak antara pemerintah dan masyarakat.

Bandar Lampung hari ini menghadapi krisis yang lebih dari sekadar banjir. Ini adalah krisis arah pembangunan. Tanpa perubahan kebijakan yang berpihak pada lingkungan dan kemanusiaan, banjir bukan lagi sekadar bencana musiman, melainkan konsekuensi yang terus berulang.

Sudah saatnya pemerintah kota menata ulang prioritas. Anggaran harus kembali pada tujuan utamanya: melindungi warga dan memastikan kota layak huni. Jika tidak, maka setiap hujan akan selalu menjadi ancaman, dan setiap genangan adalah bukti kegagalan yang terus dipertontonkan.

Source: ALFARIEZIE
Tags: Bandar LampungBanjireditorialEva DwianaInfrastrukturKebijakan AnggaranLingkunganPembangunan Kota
ShareTweetSendShare
Previous Post

Air Naningan Jadi Lokasi Dapur SPPG, Proses Teknis Mulai Dikaji

Next Post

Warga Bicara Jujur Saat Pemimpin Turun Tanpa Sekat

Related Posts

Dari Ruang Redaksi ke Masa Pensiun: Perjuangan Menagih Hak yang Tertunda
Berita Desa

Dari Ruang Redaksi ke Masa Pensiun: Perjuangan Menagih Hak yang Tertunda

June 5, 2026
Peletakan Batu Pertama Dilakukan Serentak, Empat Jembatan Perintis Garuda Mulai Dikerjakan
Berita Desa

Peletakan Batu Pertama Dilakukan Serentak, Empat Jembatan Perintis Garuda Mulai Dikerjakan

June 5, 2026
Isbedy 68 Tahun, Refleksi Hidup Lewat Dua Puisi Baru
Berita Desa

Isbedy 68 Tahun, Refleksi Hidup Lewat Dua Puisi Baru

June 5, 2026
Next Post
Warga Bicara Jujur Saat Pemimpin Turun Tanpa Sekat

Warga Bicara Jujur Saat Pemimpin Turun Tanpa Sekat

Eva Dwiana Didesak Benahi Infrastruktur, Banjir Terus Berulang

Eva Dwiana Didesak Benahi Infrastruktur, Banjir Terus Berulang

Arinal Disorot dalam Kasus LEB, Kejati Diminta Bertindak Tegas

Arinal Disorot dalam Kasus LEB, Kejati Diminta Bertindak Tegas

Banjir Bandar Lampung: Antara Infrastruktur Jalan dan Nasib Warga

Banjir Bandar Lampung: Antara Infrastruktur Jalan dan Nasib Warga

Kebijakan Tanpa Prioritas, Banjir Jadi Harga yang Harus Dibayar Warga

Dari Desa ke Desa

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Daridesakedesa.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga

© 2024 Daridesakedesa.com - All Right Reserved