• Redaksi
  • Tentang Kami
Wednesday, June 3, 2026
Dari Desa ke Desa
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga
No Result
View All Result
Dari Desa ke Desa
No Result
View All Result
Home Berita Desa

Warga Bicara Jujur Saat Pemimpin Turun Tanpa Sekat

Melda by Melda
April 15, 2026
Warga Bicara Jujur Saat Pemimpin Turun Tanpa Sekat

DARI DESA- Perbandingan gaya kepemimpinan kembali menjadi sorotan di Lampung. Di tengah persoalan banjir yang terus berulang, publik mulai menilai pendekatan para pemimpin dalam merespons langsung keluhan warga.

Nama Eva Dwiana kerap menjadi perbincangan, terutama terkait cara berinteraksi dengan masyarakat. Sebagian warga menilai pendekatannya kurang membangun kedekatan emosional di tengah situasi krisis yang membutuhkan empati dan kehadiran nyata pemerintah.

Sebaliknya, Rahmat Mirzani Djausal dinilai menghadirkan pendekatan yang lebih sederhana namun efektif. Dalam beberapa kesempatan blusukan ke wilayah terdampak banjir, ia tampil tanpa seremoni berlebihan. Interaksi yang dibangun lebih mengedepankan dialog langsung dengan warga.

BeritaTerkait

Polemik Akses Laut Pesawaran, Akademisi Ungkap Akar Masalah Sebenarnya

Pesisir Pesawaran Memanas: Saat Investasi Besar Bertemu Aspirasi Nelayan Tradisional

Komisi IV DPRD Soroti BOSDA yang Belum Cair di Tengah Rencana Program Baru Pemkot

Jimly Asshiddiqie Pernah Soroti Konflik Kepentingan, Kini DPRD Kembali Bahas SMA Siger

Alih-alih membawa program yang bersifat simbolik, pendekatan ini justru membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan persoalan utama yang mereka hadapi. Respons warga pun terlihat lebih cair, dengan suasana yang santai namun tetap substansial.

Salah satu momen yang menjadi perhatian publik terlihat dalam unggahan akun TikTok *Cerita Bapak* pada 14 April 2026. Dalam interaksi tersebut, warga secara langsung mengungkap akar persoalan banjir yang selama ini mereka rasakan.

Permasalahan mendasar itu bukan sekadar intensitas hujan, melainkan minimnya infrastruktur dasar seperti drainase. Di beberapa kawasan permukiman, saluran air bahkan tidak tersedia, sehingga air hujan tidak memiliki jalur pembuangan yang memadai.

Temuan ini mempertegas bahwa solusi banjir tidak cukup hanya dengan kebijakan jangka pendek atau program populis. Dibutuhkan pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, dimulai dari infrastruktur sederhana namun krusial.

Perbedaan pendekatan kepemimpinan ini pada akhirnya membentuk persepsi publik. Di tengah krisis, masyarakat cenderung menilai bukan hanya dari kebijakan yang diambil, tetapi juga dari cara pemimpin hadir, mendengar, dan merespons.

Banjir di Lampung hari ini bukan sekadar persoalan alam. Ia menjadi ujian kepemimpinan—siapa yang benar-benar hadir untuk memahami, dan siapa yang masih terjebak pada simbol dan pencitraan.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: Bandar LampungBanjirDrainaseEva DwianaInfrastrukturKepemimpinanLampungRahmat Mirzani Djausal
ShareTweetSendShare
Previous Post

Prioritas Terbalik: Wisata Rohani Jalan, Banjir Dibiarkan

Next Post

Eva Dwiana Didesak Benahi Infrastruktur, Banjir Terus Berulang

Related Posts

Polemik Akses Laut Pesawaran, Akademisi Ungkap Akar Masalah Sebenarnya
Berita Desa

Polemik Akses Laut Pesawaran, Akademisi Ungkap Akar Masalah Sebenarnya

June 2, 2026
Pesisir Pesawaran Memanas: Saat Investasi Besar Bertemu Aspirasi Nelayan Tradisional
Berita Desa

Pesisir Pesawaran Memanas: Saat Investasi Besar Bertemu Aspirasi Nelayan Tradisional

June 1, 2026
Berita Desa

Komisi IV DPRD Soroti BOSDA yang Belum Cair di Tengah Rencana Program Baru Pemkot

June 1, 2026
Next Post
Eva Dwiana Didesak Benahi Infrastruktur, Banjir Terus Berulang

Eva Dwiana Didesak Benahi Infrastruktur, Banjir Terus Berulang

Arinal Disorot dalam Kasus LEB, Kejati Diminta Bertindak Tegas

Arinal Disorot dalam Kasus LEB, Kejati Diminta Bertindak Tegas

Banjir Bandar Lampung: Antara Infrastruktur Jalan dan Nasib Warga

Banjir Bandar Lampung: Antara Infrastruktur Jalan dan Nasib Warga

Kebijakan Tanpa Prioritas, Banjir Jadi Harga yang Harus Dibayar Warga

Agus Widodo Diduga Abaikan Keterbukaan Informasi di Tengah Krisis Banjir

Agus Widodo Diduga Abaikan Keterbukaan Informasi di Tengah Krisis Banjir

Dari Desa ke Desa

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Daridesakedesa.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga

© 2024 Daridesakedesa.com - All Right Reserved