• Redaksi
  • Tentang Kami
Thursday, April 23, 2026
Dari Desa ke Desa
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga
No Result
View All Result
Dari Desa ke Desa
No Result
View All Result
Home Pendidikan & Literasi

Muhammad Alfariezie Gegerkan Dunia Sastra: “Anak Didik Tanpa Negara” Buka Mata Publik soal Krisis Moral Pendidikan

Melda by Melda
October 20, 2025
Muhammad Alfariezie Gegerkan Dunia Sastra: “Anak Didik Tanpa Negara” Buka Mata Publik soal Krisis Moral Pendidikan

DARI DESA— Penyair muda asal Bandar Lampung, Muhammad Alfariezie, kembali mengguncang dunia sastra Indonesia dengan puisi terbarunya “Anak Didik Tanpa Negara”. Karya ini hadir sebagai sorotan tajam terhadap kondisi pendidikan daerah yang mengalami kemerosotan moral dan praktik penyalahgunaan kekuasaan. Dengan gaya satir yang lugas dan nada protes yang kuat, puisi ini menyingkap bagaimana elit politik merusak nilai pendidikan dan menelantarkan generasi muda.

Potret Sosial Melalui Puisi
“Tiap mendengar pendidikan, saya terkenang pelanggar undang-undang. Dia wali kota selama hidup, saya takkan lupa,” tulis Alfariezie di bait pembuka. Baris ini bukan sekadar kritik personal, melainkan representasi krisis integritas pejabat publik dalam penyelenggaraan pendidikan. Penyair menegaskan bahwa kekuasaan lokal yang disalahgunakan berimbas langsung pada generasi muda yang kehilangan hak mereka untuk belajar dalam lingkungan yang adil dan bermoral.

Menurut pengamat sastra dan sosiologi sastra, puisi ini bukan hanya ekspresi individu penyair, tetapi juga cermin realitas sosial dan politik. Alfariezie menggunakan bahasa administratif-birokratis seperti “anggaran kota,” “ijazah,” dan “pelanggar undang-undang” untuk menegaskan ketegangan antara idealisme pendidikan dan praktik kekuasaan yang timpang.

BeritaTerkait

DPRD Tegas, Pendidikan Tak Boleh Jalan Tanpa Kepastian Hukum

Kepala Dinas Terlantar, Ruang dan Anggaran Pendidikan Jadi Sorotan

Ormas dan Akademisi Lampung Kritik Tata Kelola Anggaran Pemkot Bandar Lampung

Izin Ditolak, Kini SMA Siger Diperiksa Terkait Dugaan Pelanggaran HAM

Realisme Satir sebagai Alat Kritik
Puisi ini mengadopsi gaya realisme satir, menghadirkan protes langsung tanpa hiasan metafora kompleks. Kalimat “Dia pikir negara ini milik keluarga dan semua warga bodoh semua” menggambarkan kesombongan penguasa lokal dan bagaimana publik diperlakukan sebagai objek. Diksi yang lugas ini menegaskan fungsi sosial sastra sebagai alat kesadaran moral dan kritik terhadap penyimpangan kekuasaan.

Selain itu, baris “Bukan hanya anggaran dan aset negara ancamannya tapi murid yang bisa gagal tak berijazah” menyoroti dampak kebijakan tidak adil terhadap hak dasar pendidikan. Puisi ini menempatkan anak didik sebagai korban sistemik, memperlihatkan bagaimana penyalahgunaan anggaran dan aset publik dapat mengancam masa depan generasi muda.

Dimensi Sosiologi dan Moral
Dalam kerangka teori sosiologi sastra, puisi Alfariezie merepresentasikan hubungan antara kreativitas individu dan kondisi sosial masyarakat. Ia berperan sebagai “saksi moral” yang menyuarakan kritik bagi mereka yang tidak memiliki suara. Puisi ini juga menjadi catatan perlawanan kultural terhadap ketimpangan kekuasaan, mengingatkan bahwa pendidikan yang ditinggalkan moralitasnya akan melahirkan generasi tanpa arah dan masa depan yang suram.

Dengan demikian, “Anak Didik Tanpa Negara” bukan sekadar karya estetis, tetapi memiliki fungsi sosial-transformatif: membangkitkan kesadaran publik, mengajak pembaca berpikir kritis tentang peran negara dan pejabat, serta mendorong perbaikan dalam tata kelola pendidikan di tingkat daerah.

Puisi karya Muhammad Alfariezie berhasil menyatukan kritik sosial, moralitas publik, dan kepekaan politik dalam bentuk sastra yang kuat dan menggugah. Melalui realisme satir, ia menyoroti paradoks pendidikan dan kekuasaan di Bandar Lampung, sekaligus mengingatkan bahwa negara harus hadir secara nyata dalam membangun generasi muda yang berdaya dan bermartabat.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: AnakDidikTanpaNegaraKrisisPendidikanMuhammadAlfariezieRealismeSatirSastraIndonesia
ShareTweetSendShare
Previous Post

Skandal SMA Siger Bandar Lampung: “The Killer Policy” Menguak Kekacauan Regulasi dan Etika Pemerintahan

Next Post

Gema Puan Soroti 10% Kegagalan Pemerintahan Presiden Prabowo: Tiga Masalah Mendesak yang Harus Dievaluasi

Related Posts

DPRD Tegas, Pendidikan Tak Boleh Jalan Tanpa Kepastian Hukum
Pendidikan & Literasi

DPRD Tegas, Pendidikan Tak Boleh Jalan Tanpa Kepastian Hukum

April 8, 2026
Kepala Dinas Terlantar, Ruang dan Anggaran Pendidikan Jadi Sorotan
Pendidikan & Literasi

Kepala Dinas Terlantar, Ruang dan Anggaran Pendidikan Jadi Sorotan

April 8, 2026
Ormas dan Akademisi Lampung Kritik Tata Kelola Anggaran Pemkot Bandar Lampung
Pendidikan & Literasi

Ormas dan Akademisi Lampung Kritik Tata Kelola Anggaran Pemkot Bandar Lampung

April 8, 2026
Next Post
Gema Puan Soroti 10% Kegagalan Pemerintahan Presiden Prabowo: Tiga Masalah Mendesak yang Harus Dievaluasi

Gema Puan Soroti 10% Kegagalan Pemerintahan Presiden Prabowo: Tiga Masalah Mendesak yang Harus Dievaluasi

SMP 13 Bandar Lampung Buming! Kisah Tragis Bullying yang Mengancam Masa Depan Remaja

SMP 13 Bandar Lampung Buming! Kisah Tragis Bullying yang Mengancam Masa Depan Remaja

Kasus Bullying di Bandar Lampung Bikin Heboh: Anak Terpaksa Putus Sekolah, Hotman Paris Turun Tangan!

Kasus Bullying di Bandar Lampung Bikin Heboh: Anak Terpaksa Putus Sekolah, Hotman Paris Turun Tangan!

Pendidikan Bandar Lampung Krisis Empati! Kasus Bullying di SMP Negeri Jadi Sorotan, Wali Kota dan Pengacara Hotman Paris Terlibat Perang Pernyataan

Pendidikan Bandar Lampung Krisis Empati! Kasus Bullying di SMP Negeri Jadi Sorotan, Wali Kota dan Pengacara Hotman Paris Terlibat Perang Pernyataan

Heboh Kasus PT Lampung Energi Berjaya: Pakar Hukum Bongkar Risiko Kriminalisasi Keputusan Bisnis BUMD!

Heboh Kasus PT Lampung Energi Berjaya: Pakar Hukum Bongkar Risiko Kriminalisasi Keputusan Bisnis BUMD!

Dari Desa ke Desa

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Daridesakedesa.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga

© 2024 Daridesakedesa.com - All Right Reserved