• Redaksi
  • Tentang Kami
Thursday, April 16, 2026
Dari Desa ke Desa
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga
No Result
View All Result
Dari Desa ke Desa
No Result
View All Result
Home Pendidikan & Literasi

Skandal SMA Swasta Siger Bandar Lampung, Dari Beasiswa Hingga Dugaan Manipulasi Dana

Melda by Melda
November 19, 2025
Skandal SMA Swasta Siger Bandar Lampung, Dari Beasiswa Hingga Dugaan Manipulasi Dana

DARI DESA– SMA swasta Siger kembali jadi sorotan publik, bukan karena prestasi akademiknya, tapi karena kontroversi panjang soal pendanaan dan praktik operasional yang kontroversial. Sekolah yang diklaim “gratis biaya pendidikan” ini sejatinya dimiliki oleh lima orang yang pernah atau masih aktif di Pemkot Bandar Lampung. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar: bagaimana sekolah swasta bisa mendapat fasilitas publik sementara statusnya ilegal dan berpotensi melanggar undang-undang?

Selain masalah kepemilikan, perhatian publik makin besar karena dugaan penggunaan aset negara dan aliran dana pemerintah yang disokong DPRD Kota Bandar Lampung serta minimnya pengawasan dari pemerintah dan DPRD Provinsi Lampung. Ironisnya, meski SMA Siger mendapatkan semua kemudahan dari konflik kepentingan ini, kenyataannya sekolah tersebut masih jauh dari kesejahteraan guru dan siswa. Beberapa bulan terakhir, guru belum menerima honor, sementara murid dipaksa membeli modul pelajaran secara mandiri. Hal ini menimbulkan kesan bahwa “gratis biaya pendidikan” hanyalah jargon, bukan realita.

Kontroversi makin memanas ketika muncul kabar Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, akan memberikan beasiswa bagi peserta didik SMA/SMK dan mahasiswa di kota ini. Kabar ini memunculkan spekulasi baru: apakah dana beasiswa akan dialirkan juga ke SMA Siger, sekolah swasta yang masih berstatus ilegal, sebagai bentuk “main cantik” untuk menghindari pelanggaran regulasi?

BeritaTerkait

DPRD Tegas, Pendidikan Tak Boleh Jalan Tanpa Kepastian Hukum

Kepala Dinas Terlantar, Ruang dan Anggaran Pendidikan Jadi Sorotan

Ormas dan Akademisi Lampung Kritik Tata Kelola Anggaran Pemkot Bandar Lampung

Izin Ditolak, Kini SMA Siger Diperiksa Terkait Dugaan Pelanggaran HAM

Situasi ini diperparah oleh pernyataan silang dari pejabat terkait. Kabid Dikdas Disdikbud Bandar Lampung, BKAD, dan Ketua Komisi 4 DPRD, masing-masing Mulyadi, Cheppi, dan Asroni Paslah, memberikan jawaban berbeda soal anggaran SMA Siger. Asroni mengklaim aliran dana untuk operasional sekolah tidak dianggarkan di Disdikbud dan ia tidak mengetahui rencana aliran dana melalui bidang sosial atau kesejahteraan. Di sisi lain, Mulyadi dan Cheppi mengaku anggaran SMA Siger ada di Disdikbud, tetapi masih menunggu finalisasi dari pihak provinsi dan regulasi resmi untuk mengalirkannya.

Analisis dari situasi ini mengarah pada dua kemungkinan: pertama, beasiswa yang dijanjikan wali kota akan digunakan untuk menutupi kekosongan dana operasional SMA Siger, sekaligus memberi legitimasi terhadap sekolah yang seharusnya ilegal. Kedua, mandeknya pembayaran honor guru dan praktik jual modul dianggap sebagai “alibi” atau muslihat kemanusiaan untuk menarik simpati publik, sehingga menjadi alasan resmi bagi Pemkot dan DPRD untuk mengalokasikan dana ke sekolah milik lima orang itu.

Jika dugaan ini benar, konsekuensinya serius. Memberikan anggaran publik kepada SMA Siger sama artinya memberi ruang bagi praktik yang melanggar Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003. Sekolah yang tidak memiliki izin resmi ini seharusnya tidak menerima pendanaan pemerintah, karena hal ini bisa membuka pintu bagi pelanggaran hukum lebih lanjut, termasuk penyalahgunaan dana publik dan manipulasi regulasi.

Kasus SMA Siger menyoroti masalah sistemik di pemerintahan daerah: lemahnya pengawasan DPRD dan Pemkot, konflik kepentingan dalam pengelolaan aset dan dana publik, serta dampak nyata terhadap tenaga pendidik dan siswa yang menjadi korban. Publik berhak tahu, apakah beasiswa dan alokasi dana benar-benar untuk pendidikan atau sekadar “muslihat kemanusiaan” untuk menutupi praktik ilegal yang terjadi selama ini.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: beasiswa kontroversialdana pemerintahDPRD Bandar LampungEva Dwianahonor guru tertundamodul berbayarPENDIDIKAN BANDAR LAMPUNGpraktik ilegal sekolahskandal pendidikanSMA SIGER
ShareTweetSendShare
Previous Post

Guru SMA Siger Belum Dibayar Berbulan-Bulan, DPRD Bandar Lampung Disebut Bertanggung Jawab

Next Post

Hari Sabtu SDN 3 Rejomulyo Jati Agung Sepi, Pagar Rubuh dan Sekolah Kosong Jadi Tanda Tanya Besar

Related Posts

DPRD Tegas, Pendidikan Tak Boleh Jalan Tanpa Kepastian Hukum
Pendidikan & Literasi

DPRD Tegas, Pendidikan Tak Boleh Jalan Tanpa Kepastian Hukum

April 8, 2026
Kepala Dinas Terlantar, Ruang dan Anggaran Pendidikan Jadi Sorotan
Pendidikan & Literasi

Kepala Dinas Terlantar, Ruang dan Anggaran Pendidikan Jadi Sorotan

April 8, 2026
Ormas dan Akademisi Lampung Kritik Tata Kelola Anggaran Pemkot Bandar Lampung
Pendidikan & Literasi

Ormas dan Akademisi Lampung Kritik Tata Kelola Anggaran Pemkot Bandar Lampung

April 8, 2026
Next Post
Hari Sabtu SDN 3 Rejomulyo Jati Agung Sepi, Pagar Rubuh dan Sekolah Kosong Jadi Tanda Tanya Besar

Hari Sabtu SDN 3 Rejomulyo Jati Agung Sepi, Pagar Rubuh dan Sekolah Kosong Jadi Tanda Tanya Besar

SMA Swasta Siger dan Kontroversi Dukungan DPRD Bandar Lampung: Publik Tuntut Sikap Kritis

SMA Swasta Siger dan Kontroversi Dukungan DPRD Bandar Lampung: Publik Tuntut Sikap Kritis

Lampung Siap Kejutkan Indonesia! Sekolah Terbuka Diklaim Jadi Role Model Nasional Atasi Krisis Putus Sekolah

Lampung Siap Kejutkan Indonesia! Sekolah Terbuka Diklaim Jadi Role Model Nasional Atasi Krisis Putus Sekolah

Untung Bandar Lampung Punya Abdullah Sani, SMA Siger Resmi Terlapor di Polda Lampung

Untung Bandar Lampung Punya Abdullah Sani, SMA Siger Resmi Terlapor di Polda Lampung

SPPG Dekat SMP N 44 Bandar Lampung Diduga “Main-Main” Data Siswa, Klarifikasi Menghilang

SPPG Dekat SMP N 44 Bandar Lampung Diduga “Main-Main” Data Siswa, Klarifikasi Menghilang

Dari Desa ke Desa

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Daridesakedesa.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga

© 2024 Daridesakedesa.com - All Right Reserved