• Redaksi
  • Tentang Kami
Sunday, April 19, 2026
Dari Desa ke Desa
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga
No Result
View All Result
Dari Desa ke Desa
No Result
View All Result
Home Berita Desa

Diduga Kepala Puskesmas Paksa Jajaran Mark Up Anggaran

Melda by Melda
January 6, 2026
Diduga Kepala Puskesmas Paksa Jajaran Mark Up Anggaran

DARI DESA- Dugaan pemaksaan mark up anggaran kembali muncul dari salah satu puskesmas di Bandar Lampung. Informasi menyebutkan, kepala puskesmas meminta stafnya ikut serta dalam percobaan penggelembungan dana kegiatan. Isu ini menjadi perhatian publik karena menyentuh pengelolaan dana kesehatan yang seharusnya transparan dan akuntabel.

Praktisi hukum Hendri Adriansyah SH, MH menekankan bahwa dugaan tersebut bisa masuk ranah korupsi. Ia merujuk pada UU No. 31 Tahun 1999 jo. UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor. Menurutnya, tindakan mark up anggaran dapat menjadi cikal bakal praktik korupsi di institusi pelayanan publik. “Cikal bakalnya kan mark up, masuk unsur korupsi,” ujarnya.

Puskesmas yang telah berstatus BLUD memiliki kewenangan penuh dalam mengelola anggaran dan pendapatan, termasuk dari dana BOK dan BLUD. Namun, kelemahan sistem pengawasan internal berpotensi menimbulkan penyimpangan. Dugaan pemaksaan mark up anggaran ini menjadi contoh bagaimana pengawasan yang kurang ketat dapat memunculkan risiko tipikor di level institusi kesehatan tingkat bawah.

BeritaTerkait

Paripurna DPRD Bandar Lampung Disorot, Dugaan Pelanggaran Kawasan Tanpa Rokok Mencuat

DPRD Minta Data PTK Khusus, Pemkot Dinilai Belum Kooperatif

Empati atau Retorika? Pernyataan Wali Kota di Tengah Banjir Disorot

Sidang PI 10% PT LEB, Direksi Bantah Tuduhan, Komisaris Tak Terseret

Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung diharapkan meningkatkan pengawasan terhadap pengelolaan anggaran di semua puskesmas. Tidak hanya soal kontrol finansial, pembinaan kepala puskesmas juga dianggap penting agar tidak mengorbankan jajarannya dalam praktik yang berisiko melanggar hukum. Dengan pengawasan yang baik, potensi penyalahgunaan dana dapat diminimalkan dan pelayanan kesehatan tetap berjalan sesuai tujuan.

Kasus ini penting bagi masyarakat karena menyentuh hak publik atas layanan kesehatan yang adil dan transparan. Dana yang digelontorkan untuk puskesmas seharusnya digunakan optimal untuk program kesehatan, termasuk imunisasi, pengobatan, dan fasilitas penunjang bagi pasien. Setiap penyimpangan berpotensi menurunkan kualitas layanan dan mengurangi kepercayaan publik terhadap institusi kesehatan.

Ke depan, langkah strategis seperti pelatihan anti-korupsi, audit rutin, dan transparansi publik dalam pengelolaan dana BLUD bisa membantu mencegah praktik serupa. Partisipasi masyarakat dalam memantau penggunaan anggaran juga menjadi kunci, agar setiap rupiah yang dialokasikan benar-benar dirasakan manfaatnya.***

Source: ALFARIEZIE
Tags: Dugaan KorupsiHendri AdriansyahKepala PuskesmasLayanan Kesehatan PublikPengawasan Pemerintah DaerahPengelolaan Anggaran
ShareTweetSendShare
Previous Post

Dugaan Kasus Perjalanan Dinas DPRD Disorot Kejagung

Next Post

Jejak Kontroversi Pendidikan dan Laporan Etik Heti Friskatati

Related Posts

Paripurna DPRD Bandar Lampung Disorot, Dugaan Pelanggaran Kawasan Tanpa Rokok Mencuat
Berita Desa

Paripurna DPRD Bandar Lampung Disorot, Dugaan Pelanggaran Kawasan Tanpa Rokok Mencuat

April 19, 2026
DPRD Minta Data PTK Khusus, Pemkot Dinilai Belum Kooperatif
Berita Desa

DPRD Minta Data PTK Khusus, Pemkot Dinilai Belum Kooperatif

April 19, 2026
Empati atau Retorika? Pernyataan Wali Kota di Tengah Banjir Disorot
Berita Desa

Empati atau Retorika? Pernyataan Wali Kota di Tengah Banjir Disorot

April 19, 2026
Next Post
Jejak Kontroversi Pendidikan dan Laporan Etik Heti Friskatati

Jejak Kontroversi Pendidikan dan Laporan Etik Heti Friskatati

Warga Tanya Teknis P2KM, Puskesmas dan Dinkes Kapan Siap Klarifikasi?

Warga Tanya Teknis P2KM, Puskesmas dan Dinkes Kapan Siap Klarifikasi?

Kepala Puskesmas Arogan, Anggaran Miliaran Rupiah Bisa Jadi Korban

Kepala Puskesmas Arogan, Anggaran Miliaran Rupiah Bisa Jadi Korban

Uang Publik 2,8 Miliar Dikelola, Tapi Kepala Puskesmas Ini Tidak Pernah Bisa Ditemui

Cara Mudah Mengurus BPJS Kesehatan, Bisa Online dan Offline

Cara Mudah Mengurus BPJS Kesehatan, Bisa Online dan Offline

Dari Desa ke Desa

  • Redaksi
  • Tentang Kami

© 2024 Daridesakedesa.com - All Right Reserved

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Berita Desa
  • Tokoh Desa
  • Ekonomi Desa
  • Kearifan Lokal
  • Pendidikan & Literasi
  • Inspirasi Desa
  • Suara Warga

© 2024 Daridesakedesa.com - All Right Reserved